Perundingan Roem Royen. (foto:Dok.Kemdikbud)

Sejarah Hari Ini, 7 Mei: Perjanjian Roem-Royen

7 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Hari Perjanjian Roem-Royen diperingati setiap tanggal 7 Mei untuk mengenang penandatanganan kesepakatan diplomatik antara Indonesia dan Belanda pada tahun 1949.
  • Perjanjian ini merupakan langkah krusial dalam mengakhiri konflik bersenjata dan membuka jalan menuju pengakuan kedaulatan Indonesia.
  • Perundingan ini dipicu oleh kebuntuan politik dan militer setelah Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948.
  • Tekanan internasional dari PBB melalui Komisi PBB untuk Indonesia (UNCI) mendesak kedua pihak untuk kembali ke meja diplomasi.
  • Poin-poin utama kesepakatan tersebut meliputi penghentian perang gerilya, pembebasan tahanan politik, dan pengembalian pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.
  • Kedua pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag untuk mempercepat pengakuan kedaulatan penuh.
  • Perjanjian Roem-Royen dianggap sebagai titik balik perjuangan diplomasi Indonesia karena berhasil memaksa Belanda mengakui eksistensi Republik Indonesia kembali.
atau

UPdates - Hari Perjanjian Roem-Royen diperingati setiap tanggal 7 Mei untuk mengenang penandatanganan kesepakatan diplomatik antara Indonesia dan Belanda pada tahun 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.

You may also like : israel fans gettyDemonstran Pro-Palestina Bentrok dengan Suporter Klub Israel Maccabi Tel Aviv  di Amsterdam

Perjanjian ini merupakan langkah krusial dalam mengakhiri konflik bersenjata dan membuka jalan menuju pengakuan kedaulatan Indonesia.

You might be interested : gemini generated image 5lal505lal505lalPrakiraan Cuaca, 7 Mei: Sebagian Besar Wilayah di Sulawesi Selatan Berpotensi Hujan Malam Ini

Perundingan ini dipicu oleh kebuntuan politik dan militer setelah Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948, yang menyebabkan jatuhnya Yogyakarta dan penangkapan pemimpin Republik seperti Soekarno dan Hatta.

Tekanan internasional dari PBB melalui Komisi PBB untuk Indonesia (United Nations Commission for Indonesia atau UNCI) akhirnya mendesak kedua pihak untuk kembali ke meja diplomasi.

Diplomasi dimulai pada 14 April 1949 dan mencapai kesepakatan pada 7 Mei 1949.

Nama perjanjian diambil dari ketua delegasi masing-masing, yaitu Mohammad Roem (Indonesia) dan Herman van Roijen (Belanda).

Poin-poin utama kesepakatan tersebut meliputi:

Pihak Indonesia setuju untuk menghentikan perang gerilya dan bekerja sama dalam memulihkan perdamaian, sementara pihak Belanda setuju untuk membebaskan tahanan politik tanpa syarat, mengembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta, dan menghentikan seluruh operasi militer.

Kedua pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag untuk mempercepat pengakuan kedaulatan penuh.

Perjanjian Roem-Royen dianggap sebagai titik balik perjuangan diplomasi Indonesia karena berhasil memaksa Belanda mengakui eksistensi Republik Indonesia kembali setelah sebelumnya mencoba menghapuskannya melalui agresi.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >