
UPdates—Sekitar 1,8 juta jemaah Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah pada puncak ibadah haji 2026, Selasa, 26 Mei 2026 hari ini.
You may also like :
Kuota Haji Sulsel Terpenuhi 92 Persen, Pelunasan Ditutup 17 April
Kantor Berita Saudi melaporkan bahwa pergerakan jemaah dipantau ketat oleh pasukan keamanan yang ditempatkan di sepanjang rute dan jalan setapak untuk mengelola kerumunan yang begitu banyak.
You might be interested :
Catat! Ini 5 Waktu Pembayaran Zakat Fitrah: dari Mubah hingga Haram
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 26 Mei 2026, kantor berita tersebut melaporkan lalu lintas lancar saat jemaah melakukan perjalanan dari Mina ke Arafah.
Inti pelaksanaan ibadah haji berlangsung selama enam hari, dimulai pada tanggal 8 hingga 13 Zulhijah.
Puncak haji yang dikenal sebagai Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) meliputi persiapan spiritual, puncak wukuf di Arafah, menginap di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, hingga Tawaf Wada'.
Anggota Timwas Haji 2026 DPR RI, Saan Mustopa mengatakan, cuaca di Arafah sangat panas yang bahkan membuat telepon genggam mengalami overheat.
Ponsel overheat adalah kondisi ketika suhu perangkat meningkat secara tidak wajar melebihi batas normal. Hal ini biasanya memicu peringatan di layar dan membuat ponsel terasa sangat panas saat disentuh
Makanya, Timwas meminta seluruh petugas meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah risiko kesehatan yang lebih besar pada jemaah.
Diketahui, pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arab Saudi diwarnai cuaca ekstrem dengan suhu yang sangat panas.
Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, suhu di Makkah dan wilayah kawasan suci lainnya (Armuzna) diperkirakan mencapai kisaran 44 hingga 47 derajat Celsius selama puncak ibadah haji.
Karena itu, Kementerian Haji Arab Saudi dan otoritas terkait mengimbau jemaah untuk tidak beraktivitas atau keluar dari tenda pada siang hari antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat.
Adapun secara bahaya fisik, dengan adanya paparan langsung terik matahari dengan tingkat kelembapan ekstrem dapat memicu risiko dehidrasi berat dan heatstroke