
UPdates—Channel 3, saluran TV yang berafiliasi dengan negara Iran diklaim telah merilis video yang mengancam putra Presiden AS Donald Trump, Barron Trump.
You may also like :
Dokumen Rahasia Pesawat AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia Bocor, Kemenhan: Belum Final
Video tersebut merinci pengawasan khusus terhadapnya dan menawarkan imbalan $10 juta atau sekitar Rp177 miliar atas kematiannya.
You might be interested :
AS dan Iran Resmi Berdamai! Kesepakatan Diteken di Swiss, Jumat 19 Juni 2026
Demikian dilaporkan media oposisi Iran yang berbasis di London, Iran International pada hari Senin, 24 Agustus 2026.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Jerusalem Post, video asli seruan tersebut tidak ditemukan di platform Channel 3.
Namun, video tersebut ditautkan di X/Twitter oleh jurnalis anti-rezim yang berbasis di London, Niyak Ghorbani, dan memperlihatkan berbagai lokasi yang pernah dikunjungi Barron pada waktu-waktu tertentu di masa lalu, termasuk Trump Tower dan lingkungan sekolahnya.
Di semua lokasi tersebut, video itu menyoroti elemen-elemen pengamanan Barron, termasuk klaim bahwa agen Secret Service menyamar sebagai siswa di sekolahnya agar dapat membaur dengan lingkungan sekitarnya.
Video tersebut juga mengklaim telah menemukan akun online Barron di Xbox, Discord, dan gim video FIFA, serta akun milik teman-teman sekelasnya; dua di antaranya disebut bernama Liam Carter dan Bo Louden.
Meskipun Liam Carter tampaknya merupakan profil palsu, Louden—seorang influencer media konservatif—diketahui sebagai teman Barron.
"Jutaan pemain FIFA yang menentang Trump sedang menunggu untuk menerima hadiah sepuluh juta dolar dari kami," demikian penutup video tersebut.
Video ini dibuat dengan gaya serupa seperti video yang dirilis bulan lalu yang mengancam Ibu Negara AS, Melania Trump.
Video itu menyerukan kepada "para pejuang kebebasan" untuk menargetkan toko-toko yang sering dikunjungi sang Ibu Negara.
Video tersebut mengklaim membagikan "informasi dari sejumlah jaringan keamanan anonim," yang memperlihatkan skema cara kerja pengamanan Melania serta tempat-tempat yang biasa ia kunjungi di New York.
Video itu juga menyebutkan bahwa kelemahan sang Ibu Negara adalah "kecintaannya pada dunia mode," seraya menyatakan bahwa ia sering mengunjungi toko-toko mode papan atas di New York yang bisa saja diserang oleh "para pejuang kebebasan."
Video tersebut diakhiri dengan kalimat: "Ini baru permulaan! Barron Trump, tunggulah kedatangan kami!"