Ilustrasi rupiah (foto:pexels/DefrinoMaasy)

Terus Anjlok, Rupiah Posisi ke-5 Mata Uang Terlemah Dunia

19 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Nilai tukar Rupiah telah menembus level di atas Rp17.700 per dolar AS, membuatnya menjadi salah satu mata uang terlemah di dunia.
  • Rupiah berada di posisi ke-5 sebagai mata uang terlemah terhadap dolar AS, di bawah Rial Iran, Pound Lebanon, Dong Vietnam, dan Kip Laos.
  • Tekanan inflasi global, arus modal yang keluar, dan tingginya suku bunga acuan Amerika Serikat menjadi faktor yang mempengaruhi melemahnya Rupiah.
  • Besarnya nilai tukar tidak selalu berarti ekonomi suatu negara buruk, karena dipengaruhi oleh banyak faktor seperti inflasi, kebijakan moneter, dan kondisi pasar.
  • Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, menyatakan kekhawatirannya tentang melemahnya Rupiah dan mempertanyakan penyebabnya, mengingat Indonesia tidak dalam keadaan perang dan memiliki sumber daya yang banyak.
  • Daftar mata uang terlemah di dunia juga mencakup Som Uzbekistan, yang berada di bawah Rupiah dengan nilai tukar sekitar 12.055 som per dolar AS.
  • Melemahnya Rupiah terus disorot dan menjadi perhatian karena dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.
atau

UPdates—Nilai tukar Rupiah tengah menjadi sorotan global setelah menembus level di atas Rp17.700 per dolar AS, Selasa, 19 Mei 2026 hari ini.

You may also like : primus yustisioNilai Tukar Rupiah Nyaris Rp17.700 per Dolar AS, Anggota DPR Primus Yustisio Minta Gubernur BI Mundur

Tekanan inflasi global, arus modal yang keluar, dan tingginya suku bunga acuan Amerika Serikat membuat rupiah tak berkutik.

You might be interested : pexels defrinomaasy 31679216Rupiah Diprediksi dalam Tekanan Akibat Demo Rusuh

Keidenesia.tv merangkum enam mata uang dengan nilai terendah terhadap mata uang Amerika Serikat. Ukurannya sederhana. Semakin banyak unit mata uang lokal yang dibutuhkan untuk mendapatkan US$1, semakin rendah nilai mata uang tersebut terhadap dolar AS.

Rial Iran menjadi mata uang dengan nilai tukar terendah terhadap dolar AS. Sebagaimana pantauan Keidenesia.tv, Selasa, 19 Mei 2026, untuk mendapatkan US$1, dibutuhkan sekitar 1.314.000,00 rial Iran.

Mata uang terlemah kedua terhadap dolar AS adalah pound Lebanon. Nilai 1 dolar Amerika Serikat sama dengan 89.535,70 pound Lebanon.

Berikutnya adalah dong Vietnam. US$1 setara dengan 26.354,00 dong Vietnam.

Posisi keempat mata uang terlemah terhadap dolar adalah kip Laos. Untuk mendapatkan US$1, dibutuhkan sekitar 21.950,00 kip Laos.

Melengkapi lima besar ada rupiah. Sebagaimana pantauan Keidenesia.tv, nilai tukar rupiah hingga pukul 13.55 WITA mencapai 17.734 per dolar.

Di bawah rupiah ada som Uzbekistan. Dibutuhkan sekitar 12.055 som Uzbekistan untuk mendapatkan US$1.

Nilai tukar yang besar tidak otomatis berarti ekonomi suatu negara paling buruk. Besarnya angka kurs bisa dipengaruhi banyak hal. Mulai dari inflasi yang sudah berlangsung lama, kebijakan moneter, kondisi pasar, hingga sejarah redenominasi mata uang di negara tersebut.

Meski begitu, level rupiah terhadap dolas AS yang terus anjlok tetap disorot. Salah satunya oleh politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli.

“Sedih. Rupiah masuk daftar mata uang terlemah di dunia. Dan pelemahan terus memburuk. Di atasnya ada Iran dan Lebanon yg lagi perang. Tapi Indonesia? Tidak ada perang. Rakyat rukun. Sumber daya banyak. Kok rupiah melemah?” tulisnya di X sebagaimana dipantau Keidenesia.tv.

Mata Uang Terlemah Dunia

  1. Rial Iran: 1 Dolar Amerika Serikat sama dengan 1.314.000,00 Rial Iran
  2. Pound Lebanon: 1 Dolar Amerika Serikat sama dengan 89.535,70 Pound Lebanon
  3. Dong Vietnam: 1 Dolar Amerika Serikat sama dengan 26.354,00 Dong Vietnam
  4. Kip Laos: 1 Dolar Amerika Serikat sama dengan 21.950,00 Kip Laos
  5. Rupiah Indonesia: 1 Dolar Amerika Serikat sama dengan 17.734,00 Rupiah Indonesia
  6. Som Uzbekistan: 1 Dolar Amerika Serikat sama dengan 12.055,00 Som Uzbekistan
Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >