
UPdates - Tim nasional panjat tebing Indonesia berhasil meraih 3 medali yang terdiri dari satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada World Climbing Series Krakow, Polandia, Sabtu 4 Juli 2026 waktu setempat.
You may also like :
Hasil Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2026: Inggris, Polandia, Bosnia, dan Rumania Berpesta
Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil meraih medali emas kategori speed perorangan putri dalam seri ini. Sementara, satu medali perak diraih dari speed relay campuran dan satu medali perunggu dari speed perorangan putra.
You might be interested :
Atlet Panjat Tebing Indonesia Tempati Ranking 1 Dunia nomor speed putra
Dilansir Keidenesia.TV dari laman resmi FPTI, Senin, 6 Juli 2026, Desak Made melaju mulus mulai dari babak putaran 16 besar di babak final. Ia berhasil melenggang hingga perebutan medali bersama tiga atlet lainnya yakni Natalia Kalucka dari Polandia, Emma Hunt dari Polandia, dan Aleksandra Miroslaw dari Polandia.
Ketika pemanjatan final dimulai, Aleksandra Miroslaw melakukan false start sehingga ia gugur. Ketiga atlet lainnya kemudian melakukan pemanjatan kembali. Desak Made berhasil unggul dengan mencatatkan waktu 6,54 detik, disusul Natalia Kalucka dengan 6,62 detik, dan Emma Hunt dengan 11.37 detik.
Hasil ini sekaligus menjadi momen Desak Made mengulang kesuksesannya pada seri Krakow sebelumnya. Pada gelaran IFSC World Cup Krakow 6 Juni 2025, Desak Made juga berhasil keluar sebagai juara.
Selain mendapatkan emas, Indonesia juga mendapatkan medali perunggu dari speed perorangan putra. Medali ini dipersembahkan oleh Raharjati Nursamsa.
Dalam perebutan emas, ia harus menghadapi ketangguhan tiga atlet lainnya yakni Samuel Watson dari Amerika Serikat, Yicheng Zhao dari Tiongkok, dan Shouhong Chu dari Tiongkok.
Samuel Watson keluar sebagai juara dengan catatan waktu 4,60 detik. Disusul Yicheng Zhao dengan catatan waktu 4,69 detik. Sementara, Raharjati Nursamsa berada di posisi ketiga dengan catatan waktu 4,79 detik.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan, kemenangan ini memang sudah seharusnya. Kemenangan ini sekaligus menjadi momen mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa seri sebelumnya.
“Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya diri nya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya. Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal,” kata dia.
Sementara itu, di nomor speed relay campuran, Indonesia menurunkan dua tim. Indonesia satu diwakili Raharjati Nursamsa dan Rajiah Salsabillah, sedangkan Indonesia dua diperkuat Antastafi Robby Al Hilmi dan Desak Made.
Tim Indonesia satu berebut medali perak melawan tim Tiongkok satu yang diperkuat Yicheng Zhao dan Yafei Zhou. Sayangnya tim Indonesia gagal mengungguli lawannya.
Pasangan Indonesia dua berhasil masuk final dan harus menghadapi Amerika Serikat satu yang diperkuat Samuel Watson dan Emma Hunt. Tim Amerika Serikat berhasil unggul dengan catatan waktu 10.89 detik, sedangkan Indonesia 11.30 detik.
Asisten Pelatih Speed Fitriyani mengaku sangat bersyukur dengan hasil yang dicapai. “Alhamdulillah, hari ini Tim Indonesia sudah mendapatkan tiga medali, masing-masing satu emas, perak, dan perunggu dari nomor berbeda. Terima kasih untuk doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” kata dia.