
UPdates—Anggota Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI Marwan Dasopang melontarkan teguran keras kepada jajaran petugas haji terkait ketidakjelasan distribusi makanan bagi jemaah yang akan diberangkatkan menuju Arafah.
You may also like :
Tak Ada Lagi Petugas Dadakan, DPR Optimis Haji 2026 Lebih Baik
Dalam kunjungannya ke Sektor 6 tower 1, 2 dan 3 Makkah, ia menyoroti ketidakpastian jadwal makan jemaah yang hendak berangkat ke Padang Arafah untuk menyelesaikan puncak ibadah haji.
Marwan Dasopang menekankan bahwa hak makan jemaah adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan.
"Ketua Keloter harus memikirkan, kalau kita bersikeras menunggu hak kita tapi tidak datang, nanti jemaah kelaparan. Kalau kita berkenan mengeluarkan uang masing-masing untuk beli makan, mungkin itu caranya satu-satunya," ujar Marwan di hadapan para ketua keloter di sektor 6, Makkah, Arab Saudi, Senin waktu setempat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website rsmi DPR RI, Selasa, 26 Mei 2026.
Politikus PKB itu mengaku kecewa Ready to Eat (RTE) atau pressmeal untuk Jemaah diganti dengan makanan cepat saji seperti mi instan atau popmie. Baginya, kebijakan tersebut sangat tidak layak dan berbahaya bagi kesehatan jemaah.
"Kemarin sudah kita sampaikan, penggantinya itu tidak boleh hanya mi instan atau popmie. Dari dulu sudah kita larang karena berisiko membuat jemaah sakit perut menuju Arafah," tegasnya.
Wakil rakyat dari dapil Sumatera Utara 2 itu menegaskan, mi instan hanya boleh menjadi makanan sampingan, bukan makanan utama.
Ia pun menuntut kepastian dari pihak petugas, dalam hal ini pihak Raken dan petugas lapangan lainnya, mengenai ketersediaan pressmeal yang layak bagi jemaah siang dan sore hari.
Politisi berusia 63 tahun itu mengatakan, petugas seharusnya segera memberikan kepastian jadwal distribusi makanan kepada ketua keloter.
Jika memang makanan tidak tersedia, katanya, maka harus disampaikan secara jujur agar para ketua keloter bisa mencari alternatif lain sebelum jemaah telantar.
"Kalau ada katakan ada, kalau tidak katakan tidak. Kami ingin kepastian. Kalau tidak ada, biar kami cari. Kasih nomor telepon Pak Amir Hasan ke semua pimpinan keloter supaya bisa berkomunikasi langsung," pungkas Marwan.
Selain kendala makanan siap saji atau Ready To Eat (RTE) yang hanya berupa pop mie dan susu, Timwas juga menyoroti keterlambatan kedatangan RTE tersebut untuk beberapa kloter.
Kendala lainnya yang ditemui Timwas di lapangan ialah bus yang hendak mengantarkan Jemaah ke Arafah datang seenaknya. Bahkan ada Jemaah yang mestinya berangkat pukul 7 pagi, namun hingga pukul sebelas waktu setempat belum juga diberangkatkan.
Pihak tim pengawas mendesak agar koordinasi antar-petugas di lapangan segera diperbaiki demi menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah haji.