
UPdates–Kementerian Luar Negeri China memprotes dan menolak tuduhan Presiden AS, Donald Trump bahwa kapal kargo berbendera Iran yang dicegat dan kemudian disita pasukan AS berisi "hadiah dari China".
You may also like :
PM Jepang Sanae Takaichi Didesak Mundur Gara-Gara “Nantang” China
Sebelumnya, AS mengatakan telah menembaki dan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menghindari blokade pelabuhan Iran.
You might be interested :
Pamit Ingin Periksa Kebun, Rekaman Audio yang Bocor Ungkap Mojtaba Khamenei Lolos dari Maut hanya Hitungan Detik
Militer Iran mengatakan kapal tersebut berasal dari China dan bersumpah akan membalas apa yang mereka sebut sebagai pembajakan bersenjata oleh militer AS.
Pada 21 April, Trump mengatakan kepada CNBC bahwa kapal tersebut memiliki beberapa barang di dalamnya. “Yang tidak terlalu bagus. Mungkin hadiah dari China, saya tidak tahu," katanya.
Kementerian Luar Negeri China menolak komentar tersebut.
"China menentang setiap tuduhan dan asosiasi yang tidak memiliki dasar faktual," kata juru bicara kementerian, Guo Jiakun kepada wartawan di Beijing sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Straits Times yang mengutip Reuters, Jumat, 24 April 2026.
"Hubungan perdagangan internasional normal antar negara tidak boleh diganggu dan dirusak," tambahnya.
Kapal kontainer Touska, yang dinaiki dan disita oleh pasukan AS pada 19 April, kemungkinan membawa barang-barang yang dianggap Washington sebagai barang-barang dwiguna yang dapat digunakan oleh militer, kata sumber keamanan maritim pada 20 April.