
UPdates—Korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 91 orang.
You may also like :
Gempa Tibet, 95 Orang Tewas dan 130 Terluka
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers menyebut korban bertambah 4 orang dari hari sebelumnya.
You might be interested :
Gempa Banten Magnitudo 5.2 Kejutkan Warga yang Masih Tidur, Terasa hingga Jakarta dan Sukabumi
Sejauh ini, tiga korban belum diketahui jenis kelaminnya karena masih dalam tahap identifikasi.
BNPB juga mencatat ada 5.688 kali gempa susulan yang terjadi hingga Minggu. Gempa susulan hari ini dirasakan hingga 130 kali.
Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola emporal yang belum sederhana. Gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu sejak gempa utama.
BNPB Meminta Warga Tenang dan Waspada
BNPB mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan.
Masyarakat tidak perlu diliputi ketakutan secara berlebihan, terlebih aktivitas kegempaan susulan cenderung menunjukkan penurunan.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG serta memastikan setiap aktivitas dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
“Memang masih ada gempa susulan tapi bisa kita yakini dan bisa kita pastikan bahwa menurut BMKG gempa susulan ini memiliki kecenderungan lebih kecil dari gempa utama sehingga tidak membahayakan. Masyarakat kami minta tetap tenang namun juga waspada,” jelas Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi BNPB, Minggu, 23 Agustus 2026.