
UPdates - Para penambang di Myanmar dilaporkan telah menemukan batu rubi langka berukuran sangat besar, yang dianggap sebagai batu rubi terbesar kedua berdasarkan berat yang pernah ditemukan di negara Asia Tenggara.
You may also like :
PMI Sumbangkan 100 Ribu Dolar AS ke Myanmar Red Cross Society
Batu rubi seberat 2,2 kilogram tersebut dilaporkan ditemukan di kota Mogok, di wilayah Mandalay, Myanmar.
Batu rubi terbesar dengan berat 4,29 kilogram, sebelumnya ditemukan pada tahun 1996.
Penemuan baru rubi terbaru ini dianggap lebih berharga dibanding penemuan batu rubi raksasa sebelumnya karena warna dan kualitasnya yang lebih unggul.
Menurut laporan dari media pemerintah Myanmar, Global New Light yang disadur Keidenesia.TV dari laman APNews, Rabu, 13 Mei 2026, batu rubi mentah itu ditemukan pada pertengahan April, tepat setelah festival Tahun Baru tradisional.
Batu ini digambarkan memiliki rona merah keunguan dengan nuansa kekuningan, tingkat warna berkualitas tinggi, transparansi sedang, dan permukaan yang sangat reflektif.
Myanmar menghasilkan hingga 90% rubi dunia, terutama dari daerah Mogok dan Mong Hsu.
Batu permata, baik yang diperdagangkan secara sah maupun diselundupkan, merupakan sumber pendapatan utama bagi Myanmar.
Aktivis hak asasi manusia dan organisasi seperti kelompok riset dan lobi yang berbasis di Inggris, Global Witness, telah mendesak para perhiasan untuk berhenti membeli permata yang berasal dari Myanmar, karena industri ini menurutnya telah menjadi sumber pendapatan vital bagi pemerintah militer di Myanmar selama beberapa dekade.
Penambangan batu permata juga menjadi sumber pendanaan utama bagi kelompok-kelompok bersenjata etnis yang memperjuangkan otonomi, sebuah faktor yang telah membantu memicu konflik internal selama beberapa dekade.