Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani. (Foto : Dok/Andri/DPR RI)

9 Juta Peserta BPJS Gratis belum Diaktifkan Kembali, Irma Suryani Tuduh Pemerintah Lambat

15 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menilai pemerintah lambat dalam mengaktifkan kembali 11 juta peserta BPJS Kesehatan gratis, dengan hanya 2 juta peserta yang berhasil diaktifkan kembali hingga saat ini.
  • Hal ini berdampak langsung pada masyarakat, khususnya mereka yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan, karena masih banyak peserta nonaktif yang tidak dapat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan.
  • Irma Suryani juga menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kebijakan yang disampaikan pemerintah dengan kondisi di lapangan, karena masih ditemukan rumah sakit yang menolak peserta dengan status kepesertaan nonaktif.
  • Masa transisi perbaikan data kepesertaan yang diberikan selama tiga bulan dinilai tidak realistis, karena proses verifikasi dan pembaruan data di lapangan membutuhkan waktu yang lebih panjang.
  • Irma Suryani meminta pemerintah untuk tidak hanya menyampaikan paparan yang bersifat normatif, tetapi benar-benar menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama DPR RI untuk memastikan masyarakat dapat segera kembali memperoleh hak layanan kesehatannya.
  • Masih terdapat masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan iuran, namun tidak terdata secara akurat sehingga kehilangan akses terhadap layanan kesehatan, menurut Irma Suryani.
  • Irma Suryani menekankan pentingnya langkah konkret agar masyarakat yang terdampak dapat segera kembali memperoleh hak layanan kesehatannya, bukan hanya paparan yang baik di atas kertas.
atau

UPdates–Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menilai pemerintah belum menjalankan secara optimal kesepakatan bersama DPR RI terkait reaktivasi peserta PBI BPJS Kesehatan.

You may also like : sri mulyani igIuran BPJS Bakal Naik di 2026? Ini Kata Menkeu, Menkes, Dirut BPJS, dan DPR

Ia bahkan menyebut pemerintah lambat dalam mengaktifkan 11 juta peserta BPJS Kesehatan gratis tersebut.

You might be interested : dr gamalTubuh Warga Sampai Bengkak tak Cuci Darah, dr. Gamal Minta BPJS dan Kemenkes tak Cuci Tangan

Hal ini kata dia terlihat dari capaian reaktivasi yang masih jauh dari target yang telah disepakati dalam rapat kerja sebelumnya.

Dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Ruang Rapat Komisi IX, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 April 2026, Irma mengungkapkan bahwa realisasi reaktivasi masih jauh dari target yang telah disepakati.

Hingga saat ini, dari total 11 juta peserta yang direncanakan untuk direaktivasi, baru sekitar 2 juta peserta yang berhasil diaktifkan kembali. Artinya, masih ada 9 juta warga yang kepesertaannya belum aktif kembali.

“Rapat hari ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan 11 juta peserta. Namun faktanya, yang direaktivasi baru sekitar 2 juta. Artinya pelaksanaan dari kesepakatan tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Rabu, 15 April 2026.

Politikus NasDem itu menegaskan bahwa lambannya pelaksanaan reaktivasi tersebut berdampak langsung pada masyarakat, khususnya mereka yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

Berdasarkan laporan yang diterimanya di daerah pemilihan, masih banyak peserta nonaktif yang tidak dapat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan, meskipun mereka dalam kondisi membutuhkan penanganan medis.

Irma juga menyoroti adanya ketidaksesuaian antara kebijakan yang disampaikan pemerintah dengan kondisi di lapangan.

Ia menyebut, pernyataan bahwa pasien dalam kondisi darurat tetap dapat dilayani tidak sepenuhnya terjadi, karena masih ditemukan rumah sakit yang menolak peserta dengan status kepesertaan nonaktif.

“Di lapangan, rumah sakit tidak melayani peserta nonaktif. Ini menunjukkan kebijakan yang disampaikan belum berjalan efektif. Pertanyaannya, siapa yang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ini,” tegasnya.

Selain itu, ia mengkritisi masa transisi perbaikan data kepesertaan yang diberikan selama tiga bulan. Menurutnya, jangka waktu tersebut tidak realistis, mengingat proses verifikasi dan pembaruan data di lapangan membutuhkan waktu yang lebih panjang, sementara masyarakat membutuhkan kepastian akses layanan kesehatan secara cepat.

Irma juga menyinggung persoalan validitas data yang menjadi dasar penonaktifan peserta. Ia menilai masih terdapat masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan iuran, namun tidak terdata secara akurat sehingga kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah tidak hanya menyampaikan paparan yang bersifat normatif, tetapi benar-benar menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama DPR RI.

Wakil rakyat dari Sumatera itu menekankan pentingnya langkah konkret agar masyarakat yang terdampak dapat segera kembali memperoleh hak layanan kesehatannya.

“Kami tidak membutuhkan paparan yang baik di atas kertas, tetapi pelaksanaan nyata dari kesepakatan yang sudah dibuat, sehingga masyarakat bisa kembali mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan haknya,” pungkasnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >