
UPdates—Perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menewaskan 13 warga dan membuat wilayah itu mencekam.
You may also like :
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB yang Terlibat Pembunuhan 2 Polisi di Nabire
Perang antar suku ini pecah pada Jumat, 15 Mei 2026 pagi. Perang terjadi secara serentak di dua lokasi. Perang antara Suku Hubla (Kurima) dan Suku Lanny terjadi di Distrik Woma.
Sementara perang antara Suku Dani (Wamena) dan Suku Lanny terjadi di daerah Muai, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya.
Selain korban tewas, puluhan warga juga terluka. Ratusan rumah warga juga dibakar yang membuat situasi makin menakutkan.
Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini kepada awak media mengkonfirmasi jumlah korban tewas yang sudah mencapai angka 13 orang.
Ia juga menyebut 19 orang warga terluka dengan tiga di antaranya luka berat. Sebagian korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena.
Perang suku yang terjadi juga menyebabkan ratusan warga mengamankan diri ke Mapolres Jayawijaya dan Kodim 1702/Jayawijaya karena khawatir perang suku akan terus meluas.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Seputar Papua, Senin, 18 Mei 2026, perang suku ini dipicu persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPRD dari Lanny Jaya pada tahun 2024.
Mediasi pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang.
Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali Uwe roboh saat dilintasi massa, yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang.