
UPdates—Sebuah jet bisnis yang membawa sembilan orang menukik tajam ke kawasan permukiman di Florida Selatan pada hari Minggu waktu AS, lalu meledak menjadi bola api raksasa.
You may also like :
Rindu Ayahnya, Wanita di Florida Menelepon Nomor HP Lamanya, yang Terjadi Bikin Haru
Menteri Transportasi AS menyatakan bahwa seluruh orang di dalam pesawat tersebut tewas.
You might be interested :
Pesawat Pengebom Tu-95MS Jatuh, 8 Tentara Rusia Tewas
Video yang direkam oleh warga dari dalam mobil mereka menangkap momen mengerikan saat pesawat yang sedianya menuju Bahama itu terjun dari langit, menghantam area di dekat jalan raya, lalu meledak.
Kobaran api tampak di sekitar serpihan aspal yang mengelilingi sebuah kawah, sementara orang-orang di sekitar lokasi tampak terkejut karena pesawat tersebut jatuh hanya beberapa meter dari rumah warga dan sangat dekat dengan kendaraan yang sedang melintas.
Asap hitam pekat menyelimuti lokasi kecelakaan.
Menteri Transportasi Sean Duffy menulis di platform X bahwa pesawat Learjet 60 tersebut jatuh di wilayah Palm Beach pada pukul 12.50 siang dan menyebut peristiwa itu sebagai tragedi yang mengerikan.
Ia menambahkan bahwa Administrasi Penerbangan Federal (FAA) sedang mengirimkan tim untuk mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB).
Gubernur Florida, Ron DeSantis, mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban luka atau tewas di darat.
"Ini adalah kecelakaan pesawat yang sangat dahsyat," ujar DeSantis kepada para wartawan di lokasi kejadian sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari ABC7News, Senin, 2 November 2026.
"Pesawat itu tampak seperti rudal yang jatuh dan meninggalkan kawah besar di sisi jalan," jelasnya.
Menurut Federal Aviation Administration (FAA), pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom di Texas dengan tujuan Bahama.
Pihak berwenang belum dapat segera memastikan penyebab jatuhnya pesawat jet tersebut maupun siapa saja yang berada di dalamnya. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada hari Minggu.
Pesawat itu sedang terbang ke arah timur pada ketinggian 35.000 kaki (sekitar 11 kilometer) ketika pilot melaporkan adanya turbulensi, pembentukan es, dan curah hujan, lalu meminta izin untuk naik ke ketinggian 2.000 kaki (sekitar 610 meter) lebih tinggi.
Tak lama kemudian, pesawat mulai menukik tajam—awalnya dengan kecepatan 10.000 kaki per menit, kemudian meningkat menjadi 20.000 kaki per menit, hingga mencapai 30.000 kaki per menit (9,1 km per menit atau 548 km/jam)—yang membuat kecepatan pesawat melampaui batas rancangannya, menurut rekaman lalu lintas udara dan data pelacakan penerbangan.
Beberapa menit sebelum kecelakaan, pilot melaporkan adanya penumpukan es pada badan pesawat serta turbulensi yang menyebabkan pesawat berguncang hingga sejauh 700 kaki (213 meter), berdasarkan rekaman lalu lintas udara yang diperoleh dari LiveATC.net.
"Kami mengalami pembentukan es tipis yang masih bisa ditangani, serta turbulensi tingkat sedang," ujar pilot kepada petugas pengatur lalu lintas udara.
Namun, situasi memburuk dengan cepat. Setelah menghadapi curah hujan dan mengajukan permintaan untuk naik ke ketinggian yang lebih tinggi, pilot menyatakan kondisi darurat karena pesawat mulai kehilangan ketinggian dengan sangat cepat.
"Kami turun 8.000—mayday, mayday—kami turun dengan kecepatan 10.000 kaki per menit," lapor pilot melalui radio.
"Kami berada dalam kondisi kecepatan berlebih (overspeed) dan turun dengan kecepatan 20.000 kaki per menit," ujar pilot melalui radio, sebelum menyampaikan pernyataan yang menyiratkan nasib tragis yang akan segera terjadi: "Kami akan menabrak tanah."
Jim Reynolds, juru bicara Bandara Internasional Austin-Bergstrom, menyatakan bahwa pesawat tersebut merupakan pesawat pribadi.
Ia belum dapat memberikan rincian mengenai siapa saja yang berada dalam penerbangan itu.
Pihak berwenang di Palm Beach County mengevakuasi sekitar 600 orang dari permukiman rumah mobil (mobile home) di dekat lokasi kejadian, sementara pejabat federal melakukan penyelidikan atas kecelakaan tersebut.
Jalan tersebut akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut, ungkap pejabat wilayah setempat.
Kecelakaan itu terjadi di Greenacres, Florida, menurut pihak kantor sheriff Palm Beach County. Kota dengan populasi 45.000 jiwa ini terletak sekitar 7 mil (11 kilometer) di sebelah barat daya West Palm Beach.