(foto:Dok.BPS)

Anda Wajib Tahu! Ini 5 Modus Penipuan Berkedok Sensus Ekonomi 2026

4 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Sensus Ekonomi 2026 sedang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan fokus pada pencatatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kegiatan ekonomi digital.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena adanya potensi penipuan yang mengatasnamakan petugas resmi.
  • Beberapa modus penipuan yang perlu diwaspadai antara lain menggunakan atribut dan formulir palsu, meminta data rahasia, meminta foto sambil pegang KTP, meminta biaya administrasi, dan mengirim Google Form palsu.
  • Petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi dapat dikenali dari ID Card resmi, QR Code, foto dan nama jelas, serta atribut seperti rompi hitam berlogo BPS dan surat tugas resmi.
  • Masyarakat dihimbau untuk tidak memberikan data rahasia seperti PIN ATM, password mobile banking, kode OTP, dan nomor kartu kredit kepada orang yang tidak dikenal.
  • Sensus Ekonomi 2026 tidak memungut biaya sepeser pun, sehingga masyarakat harus waspada jika ada yang meminta biaya administrasi.
  • Pengisian data melalui Google Form atau tautan lain harus dilakukan dengan hati-hati, terutama jika meminta informasi seperti NIK, nama ibu kandung, data rekening, dan informasi keuangan.
atau

UPdates - Sensus Ekonomi 2026 saat ini tengah berlangsung dan akan berakhir pada 31 Agustus 2026 dengan fokus utama pencatatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kegiatan ekonomi digital.

Pelaksanaan sensus yang dimulai dari tanggal 1 Mei 2026 tersebut menggunakan dua metode pengumpulan data. Metode yang pertama yakni perekaman pribadi (self-recorded) dan yang kedua yaitu perekaman data lewat wawancara tatap muka dengan petugas resmi.

Perekaman pribadi berlangsung pada fase awal sensus, sementara perekaman tatap muka dengan petugas dimulai 15 Juni 2026.

You might be interested : gaji ilustrasiHeboh Gaji Warga Indonesia Rata-Rata Rp78,6 Juta, Susno Bilang Ngelantur, BPS Bantah Rilis Data

Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan dijamin kerahasiaannya.

BPS juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Imbauan itu disampaikan menyusul potensi munculnya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kegiatan sensus untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan petugas resmi.

Dirangkum Keidenesia.TV dari Kompas.com, Sabtu, 4 Juli 2026, berikut lima modus penipuan berkedok petugas Sensus Ekonomi 2026yang perlu Anda kenali serta waspadai:

1. Atribut dan formulir palsu

Petugas Sensus Ekonomi 2026 palsu akan datang dengan memakai atribut mirip petugas asli. Beberapa atribut yang dimaksud, termasuk formulir, clipboard, hingga rompi yang menyerupai petugas resmi.

2. Minta berbagai data rahasia

Petugas Sensus Ekonomi 2026 palsu akan meminta berbagai data rahasia kepada targetnya. Petugas resmi BPS tidak pernah meminta data tersebut. Sejumlah data rahasia atau kredensial tersebut, seperti PIN ATM, password mobile banking, kode OTP, dan nomor kartu kredit.

3. Minta foto sambil pegang KTP

Masyarakat bisa berhati-hati jika ada orang yang mengaku sebagai petugas sensus dan meminta untuk berfoto sambil memegang KTP asli. Pasalnya, foto tersebut sering dipakai untuk penyalahgunaan identitas oleh oknum tak bertanggung jawab. Salah satu penyalahgunaan tersebut adalah untuk pinjaman online ilegal.

4. Minta biaya administrasi

Petugas sensus yang palsu bisa melakukan modus penipuan dengan meminta biaya administrasi. Ingat, Sensus Ekonomi 2026 tanpa memungut biaya sepeser pun alias gratis.

5. Mengirim Google Form palsu

Pelaku penipuan dapat melakukan modus lain dengan mengirimkan Google Form palsu untuk nantinya diisi oleh target korban. Sebagai catatan, jangan pernah mengisi tautan yang meminta NIK, nama ibu kandung, data rekening, dan informasi keuangan.

Cara Mengenali Petugas Sensus Ekonomi 2026 Resmi

Masyarakat bisa lebih mengenali petugas Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dari BPS. Petugas resmi diketahui wajib memiliki:

1. ID Card resmi

2. QR Code yang bisa dipindai

3. Foto dan nama jelas.

Selain itu, petugas resmi juga membawa:

1. Rompi hitam berlogo BPS

2. Surat tugas resmi dari kantor BPS setempat.

Secara kasat mata, masyarakat dapat terlebih dahulu mengenali petugas dari seragamnya. Petugas resmi akan menggunakan rompi sensus, membawa surat tugas yang dapat dipindai kode barnya, membawa tanda pengenal, dan memberi pertanyaan yang masuk akal untuk sebuah sensus ekonomi.

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >