
UPdates - Sensus Ekonomi 2026 saat ini tengah berlangsung dan akan berakhir pada 31 Agustus 2026 dengan fokus utama pencatatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kegiatan ekonomi digital.
Pelaksanaan sensus yang dimulai dari tanggal 1 Mei 2026 tersebut menggunakan dua metode pengumpulan data. Metode yang pertama yakni perekaman pribadi (self-recorded) dan yang kedua yaitu perekaman data lewat wawancara tatap muka dengan petugas resmi.
Perekaman pribadi berlangsung pada fase awal sensus, sementara perekaman tatap muka dengan petugas dimulai 15 Juni 2026.
You might be interested :
Heboh Gaji Warga Indonesia Rata-Rata Rp78,6 Juta, Susno Bilang Ngelantur, BPS Bantah Rilis Data
Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan dijamin kerahasiaannya.
BPS juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Imbauan itu disampaikan menyusul potensi munculnya oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kegiatan sensus untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan petugas resmi.
Dirangkum Keidenesia.TV dari Kompas.com, Sabtu, 4 Juli 2026, berikut lima modus penipuan berkedok petugas Sensus Ekonomi 2026yang perlu Anda kenali serta waspadai:
1. Atribut dan formulir palsu
Petugas Sensus Ekonomi 2026 palsu akan datang dengan memakai atribut mirip petugas asli. Beberapa atribut yang dimaksud, termasuk formulir, clipboard, hingga rompi yang menyerupai petugas resmi.
2. Minta berbagai data rahasia
Petugas Sensus Ekonomi 2026 palsu akan meminta berbagai data rahasia kepada targetnya. Petugas resmi BPS tidak pernah meminta data tersebut. Sejumlah data rahasia atau kredensial tersebut, seperti PIN ATM, password mobile banking, kode OTP, dan nomor kartu kredit.
3. Minta foto sambil pegang KTP
Masyarakat bisa berhati-hati jika ada orang yang mengaku sebagai petugas sensus dan meminta untuk berfoto sambil memegang KTP asli. Pasalnya, foto tersebut sering dipakai untuk penyalahgunaan identitas oleh oknum tak bertanggung jawab. Salah satu penyalahgunaan tersebut adalah untuk pinjaman online ilegal.
4. Minta biaya administrasi
Petugas sensus yang palsu bisa melakukan modus penipuan dengan meminta biaya administrasi. Ingat, Sensus Ekonomi 2026 tanpa memungut biaya sepeser pun alias gratis.
5. Mengirim Google Form palsu
Pelaku penipuan dapat melakukan modus lain dengan mengirimkan Google Form palsu untuk nantinya diisi oleh target korban. Sebagai catatan, jangan pernah mengisi tautan yang meminta NIK, nama ibu kandung, data rekening, dan informasi keuangan.
Cara Mengenali Petugas Sensus Ekonomi 2026 Resmi
Masyarakat bisa lebih mengenali petugas Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dari BPS. Petugas resmi diketahui wajib memiliki:
1. ID Card resmi
2. QR Code yang bisa dipindai
3. Foto dan nama jelas.
Selain itu, petugas resmi juga membawa:
1. Rompi hitam berlogo BPS
2. Surat tugas resmi dari kantor BPS setempat.
Secara kasat mata, masyarakat dapat terlebih dahulu mengenali petugas dari seragamnya. Petugas resmi akan menggunakan rompi sensus, membawa surat tugas yang dapat dipindai kode barnya, membawa tanda pengenal, dan memberi pertanyaan yang masuk akal untuk sebuah sensus ekonomi.