
UPdates—Ratusan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada hari Kamis di bawah perlindungan polisi Israel.
You may also like :
Hamas Tolak Gencatan Senjata Ramadan Netanyahu
"Setidaknya 584 pemukim menyerbu kompleks masjid pada pagi hari melalui Gerbang Maroko di sisi barat di bawah perlindungan polisi," kata seorang pejabat dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang meminta namanya tidak disebutkan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 13 Agustus 2026.
You might be interested :
Masjid Al-Aqsa Terancam Roboh Gegara Penggalian Terowongan Israel
Pejabat tersebut mengungkap bahwa kelompok-kelompok tambahan diperkirakan akan memasuki kompleks masjid setelah salat zuhur waktu setempat.
Saksi mata mengatakan bahwa aksi penerobosan tersebut mencakup ritual Talmud, doa, dan tarian, yang melanggar status quo yang telah lama berlaku di Masjid Al-Aqsa.
Hari Kamis menandai hari pertama bulan baru dalam kalender Ibrani, saat aksi penerobosan Israel ke kompleks masjid biasanya meningkat.
Israel secara sepihak mulai mengizinkan para pemukim untuk menyerbu kompleks masjid tersebut pada tahun 2003.
Sejak saat itu, aksi penerobosan terjadi setiap hari kecuali hari Jumat dan Sabtu, dengan jumlah peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount (Bukit Bait Suci), dengan klaim bahwa lokasi itu merupakan tempat berdirinya dua bait suci Yahudi pada zaman dahulu.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Israel menganeksasi seluruh kota tersebut pada tahun 1980 melalui langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.