
UPdates – Hingga akhir Juni 2026, gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara Eropa terus berlanjut. Tak hanya menyebabkan terus bertambahnya korban jiwa di Spanyol dan Prancis, berbagai acara publik juga terpaksa dibatalkan dengan alasan risiko kesehatan.
You may also like :
Presiden Jerman: Kami tidak akan Biarkan X dan TikTok Menghancurkan Demokrasi Kami
Di Jerman, tercatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni mencapai 41,3 derajat Celsius di Kota Saarbrücken dekat perbatasan Prancis.
You might be interested :
Suhu di Atas 45 derajat Celcius, 16 Orang Meninggal akibat Panas Ekstrem di India
Rekor suhu juga tercatat di Belgia dan Belanda, sementara Inggris membukukan suhu sementara tertinggi bulan Juni sebesar 37,1 derajat Celsius.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa gelombang panas ini akan membawa dampak besar terhadap masyarakat. Mulai dari masalah kesehatan, ekosistem, sektor pertanian, hingga produktivitas tenaga kerja.
Juru bicara WMO, Clare Nullis, mengatakan masyarakat perlu mulai beradaptasi karena fenomena tersebut diperkirakan akan semakin sering terjadi. “Sayangnya, kita harus membiasakan diri dengan ini,” katanya.
Disadur ari AFP, saat ini sekitar 150 juta penduduk Eropa menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius. Beberapa negara seperti Republik Ceko, Austria, hingga kawasan Balkan juga diperkirakan berpotensi mencatat rekor suhu baru dalam beberapa hari ke depan.
Gelombang panas juga mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai negara. Sejumlah konser, festival musik, hingga ajang olahraga dibatalkan karena alasan keselamatan.
Di Prancis, penyelenggara Paris Pride memutuskan menunda pawai hingga September. Festival musik Solidays serta Hamburg Half Marathon di Jerman juga termasuk dalam daftar acara yang dibatalkan akibat cuaca panas ekstrem.
Korban meninggal akibat suhu ekstrem terus bertambah. Di Prancis, sedikitnya 55 orang dilaporkan meninggal karena tenggelam sejak gelombang panas dimulai, sementara seorang balita berusia 18 bulan meninggal setelah ditemukan di dalam mobil dalam kondisi hipertermia.
Di Spanyol, sistem pemantauan MoMo mencatat sedikitnya 327 kematian yang diduga berkaitan dengan suhu panas antara Minggu hingga Kamis pekan lalu.