Seorang warga Jerman membasahi dirinya di taman akibat suhu panas. (foto:Dok.RALF HIRSCHBERGER/AFP)

Gelombang Panas di Eropa Berlanjut, Suhu di Jerman Capai 41,3 Derajat Celsius

29 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Gelombang panas ekstrem melanda Eropa, menyebabkan korban jiwa dan pembatalan acara publik, dengan suhu tertinggi di Jerman mencapai 41,3 derajat Celsius.
  • Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa gelombang panas ini akan membawa dampak besar terhadap masyarakat, termasuk masalah kesehatan dan ekosistem.
  • Sekitar 150 juta penduduk Eropa menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius, dengan beberapa negara seperti Republik Ceko dan Austria berpotensi mencatat rekor suhu baru.
  • Gelombang panas mengganggu aktivitas masyarakat, dengan sejumlah konser, festival musik, dan ajang olahraga dibatalkan karena alasan keselamatan.
  • Korban meninggal akibat suhu ekstrem terus bertambah, dengan sedikitnya 55 orang dilaporkan meninggal di Prancis dan 327 kematian diduga berkaitan dengan suhu panas di Spanyol.
  • WMO memprediksi bahwa fenomena gelombang panas ini akan semakin sering terjadi, sehingga masyarakat perlu mulai beradaptasi untuk menghadapinya.
  • Beberapa acara besar seperti Paris Pride dan Hamburg Half Marathon dibatalkan atau ditunda karena cuaca panas ekstrem.
atau

UPdates – Hingga akhir Juni 2026, gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara Eropa terus berlanjut. Tak hanya menyebabkan terus bertambahnya korban jiwa di Spanyol dan Prancis, berbagai acara publik juga terpaksa dibatalkan dengan alasan risiko kesehatan.

You may also like : presiden jerman aaPresiden Jerman: Kami tidak akan Biarkan X dan TikTok Menghancurkan Demokrasi Kami

Di Jerman, tercatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni mencapai 41,3 derajat Celsius di Kota Saarbrücken dekat perbatasan Prancis.

You might be interested : 1779615548Suhu di Atas 45 derajat Celcius, 16 Orang Meninggal akibat Panas Ekstrem di India

Rekor suhu juga tercatat di Belgia dan Belanda, sementara Inggris membukukan suhu sementara tertinggi bulan Juni sebesar 37,1 derajat Celsius.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa gelombang panas ini akan membawa dampak besar terhadap masyarakat. Mulai dari masalah kesehatan, ekosistem, sektor pertanian, hingga produktivitas tenaga kerja.

Juru bicara WMO, Clare Nullis, mengatakan masyarakat perlu mulai beradaptasi karena fenomena tersebut diperkirakan akan semakin sering terjadi. “Sayangnya, kita harus membiasakan diri dengan ini,” katanya.

Disadur ari AFP, saat ini sekitar 150 juta penduduk Eropa menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius. Beberapa negara seperti Republik Ceko, Austria, hingga kawasan Balkan juga diperkirakan berpotensi mencatat rekor suhu baru dalam beberapa hari ke depan.

Gelombang panas juga mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai negara. Sejumlah konser, festival musik, hingga ajang olahraga dibatalkan karena alasan keselamatan.

Di Prancis, penyelenggara Paris Pride memutuskan menunda pawai hingga September. Festival musik Solidays serta Hamburg Half Marathon di Jerman juga termasuk dalam daftar acara yang dibatalkan akibat cuaca panas ekstrem.

Korban meninggal akibat suhu ekstrem terus bertambah. Di Prancis, sedikitnya 55 orang dilaporkan meninggal karena tenggelam sejak gelombang panas dimulai, sementara seorang balita berusia 18 bulan meninggal setelah ditemukan di dalam mobil dalam kondisi hipertermia.

Di Spanyol, sistem pemantauan MoMo mencatat sedikitnya 327 kematian yang diduga berkaitan dengan suhu panas antara Minggu hingga Kamis pekan lalu.

 

Font +
Font -