Ilustrasi gelombang panas di Eropa. (foto:Pexels/Milada Vigerova)

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Berlanjut, 1.300 Orang Meninggal Dunia

1 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara di Eropa, menyebabkan lebih dari 1.300 kematian berlebih sejak 21 Juni 2026, dengan Prancis sebagai negara terdampak paling parah.
  • Suhu di beberapa kota di Eropa mencapai 40-44 derajat Celsius, dipicu oleh fenomena heat dome dan omega block yang membuat udara panas terperangkap.
  • Negara-negara Eropa seperti Paris dan Denmark meningkatkan pemantauan terhadap warga lanjut usia, sementara Barcelona Spanyol membuka lebih dari 500 tempat perlindungan iklim.
  • Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut Eropa sebagai benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia dengan infrastruktur yang tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem.
  • Perubahan iklim membuat gelombang panas yang sebelumnya langka kini hampir terjadi setiap tahun, dengan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang tidak memiliki akses memadai terhadap pendinginan dan air minum.
  • Panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi, heatstroke, serangan jantung, stroke, hingga gagal pernapasan, sehingga mitigasi dan perlindungan menjadi sangat penting.
  • WHO dan negara-negara Eropa terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan langkah mitigasi untuk menghadapi gelombang panas yang semakin sering dan ekstrem.
atau

UPdates - Gelombang panas ekstrem hingga kini terus melanda sejumlah negara di Eropa pada musim panas tahun ini. Secara keseluruhan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 kematian berlebih di Eropa sejak 21 Juni 2026.

You may also like : presiden jerman aaPresiden Jerman: Kami tidak akan Biarkan X dan TikTok Menghancurkan Demokrasi Kami

Prancis menjadi salah satu negara yang terdampak paling parah dengan sekitar 1.000 kematian berlebih akibat gelombang panas.

You might be interested : aerial shot of colorful houses in aasiaat city, greenlandSuhu di Greenland dan Islandia Makin Panas, Lapisan Es Mencair Lebih Cepat

Disadur dari Aljazeera, Rabu, 1 Juli 2026, pekan ini di salah satu kota di Prancis, suhu bahkan mencapai 44 derajat Celsius. Sementara di Jerman, Republik Ceko, Polandia, dan beberapa negara lainnya, suhu mencapai 40 derajat Celsius.

Ahli meteorologi menyebut gelombang panas kali ini dipicu oleh fenomena heat dome dan omega block. Fenomena tersebut membuat udara panas terperangkap di wilayah yang sama selama berhari-hari.

Menghadapi kondisi tersebut, sejumlah negara Eropa mulai memperkuat langkah mitigasi. Paris dan Denmark meningkatkan pemantauan terhadap warga lanjut usia, sementara di Barcelona Spanyol, pemerintah membuka lebih dari 500 tempat perlindungan iklim.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut Eropa sebagai benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia. Ia juga memperingatkan bahwa sebagian besar infrastruktur di kawasan tersebut tidak dirancang untuk menghadapi suhu yang semakin ekstrem.

Menurut WHO, perubahan iklim membuat gelombang panas yang sebelumnya tergolong langka kini hampir terjadi setiap tahun. Sementara itu, para ahli menjelaskan bahwa panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi, heatstroke, serangan jantung, stroke, hingga gagal pernapasan.

Kelompok yang paling rentan meliputi lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang tidak memiliki akses memadai terhadap pendinginan dan air minum.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Sam Levenson

"Jangan melihat jam; lakukan apa yang dilakukannya. Teruslah melangkah!"
Load More >