
UPdates—Legenda Jerman, Miroslav Klose mengkritik Video Assistant Referee (VAR) setelah gol Jonathan Tah di babak perpanjangan waktu dianulir dalam kekalahan kontroversial tim Panser di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 dari Paraguay.
You may also like :
Michael Owen Sebut Kontrak Baru Guardiola Berita Buruk bagi Liverpool dan Arsenal
Berbicara kepada Sky Sports, Klose mempertanyakan keputusan wasit dan intervensi VAR, dengan alasan bahwa gol Tah seharusnya sah.
You might be interested :
Ribut dengan Klub, Alan Shearer Minta Isak Pecat Agennya
"Sejujurnya saya tidak percaya wasit dan VAR telah menganulir gol itu. Jika itu cukup untuk menganulir gol di Piala Dunia FIFA, maka sepak bola menjadi terlalu lunak. Kiper tidak pernah benar-benar dicegah untuk melakukan penyelamatan, dan bagi saya itu adalah gol yang sah," kata Klose sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Tribune, Selasa, 30 Juni 2026.
Jerman yakin mereka telah memenangkan pertandingan pada menit ke-101 ketika Tah menyundul bola dari sepak pojok. Namun, setelah peninjauan VAR, wasit Jalal Jayed membatalkan gol tersebut karena menganggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Orlando Gill oleh Waldemar Anton sehingga pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Saat tendangan sudut diumpankan, Waldemar Anton dinilai telah menghalangi Gill, karena kiper tersebut jatuh ke tanah sebelum bangkit dan mencoba menyelamatkan sundulan Tah. Pada insiden itu, tak terlihat ada protes dari pemain Paraguay.
Klose mengatakan keputusan seperti itu merusak tujuan VAR.
"Inilah mengapa begitu banyak pendukung frustrasi dengan VAR. Alih-alih memperbaiki kesalahan yang jelas dan nyata, VAR terus mencari insiden kecil untuk membatalkan gol. Jutaan penggemar datang untuk menonton sepak bola, bukan tayangan ulang tanpa henti yang mencari alasan untuk membatalkan gol," sesalnya.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Jerman dalam sejarah Piala Dunia FIFA itu juga merasa keputusan tersebut meredam momentum Jerman.
"Wasit telah sepenuhnya menghancurkan momentum Jerman dengan keputusan itu. Dalam pertandingan sebesar ini, Anda membutuhkan keberanian untuk membuat keputusan yang tepat, bukan peluit berdasarkan kontak sekecil apa pun. Itu bukanlah inti dari sepak bola," tegas Klose.
Klose memperingatkan bahwa insiden tersebut akan tetap menjadi topik pembicaraan utama, dan mengatakan keputusan tersebut dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.
"Keputusan ini akan terus menghantui wasit dan VAR untuk waktu yang sangat lama. Momen-momen seperti inilah yang mengubah Piala Dunia, dan menurut saya, mereka telah melakukan kesalahan besar malam ini," kritiknya.
Klose menyimpulkan dengan menegaskan bahwa gol Tah seharusnya disahkan.
"Bagi saya, gol itu seharusnya sah setiap saat. Keputusan seperti ini tidak hanya mengubah skor; keputusan ini dapat mengubah nasib seluruh bangsa, dan itulah mengapa semua orang akan membicarakannya lama setelah peluit akhir," katanya kepada Sky Sports.
Legenda Inggris, Alan Shearer mengatakan di BBC One bahwa penjaga gawang Paraguay itu "menipu wasit".
Shearer bersikeras bahwa itu keputusan salah dari wasit dan VAR. "Saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan itu. Kiper jatuh ke tanah karena sentuhan ringan dan itu sangat lunak. Saya pikir itu keputusan yang buruk,” tegasnya.
"Anda harus mengerti ini adalah olahraga kontak, kiper telah menipu wasit dan VAR. Cara dia jatuh sangat menyedihkan," tandasnya.
Menurut OptaJoe, hasil ini menandai kekalahan kedua Jerman melalui adu penalti di turnamen internasional besar. Yang pertama terjadi melawan Cekoslowakia di final Kejuaraan Eropa UEFA 1976 (5-3).
Kekalahan ini juga termasuk di antara kejutan terbesar babak sistem gugur dalam sejarah Piala Dunia modern.