
UPdates - Peluang warga Kabupaten Bantaeng untuk bekerja di Jepang kini telah terbuka lebar.
Hal tersebut setelah Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, dan Lembaga Pelatihan Kerja Indonesia Nippon Anugerah (LPK INA), melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Pengesahan nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Senin, 29 Juni 2026.
Bupati Bantaeng Uji Nurdin mengaku bangga atas terwujudnya kerja sama yang telah lama dicanangkan tersebut.
“Alhamdulillah pelajar atau pekerja kita kini bisa magang dan bekerja di Jepang. Ini adalah salah satu kebanggaan kita untuk masyarakat Bantaeng,” kata Uji Nurdin, dilansir Keidenesia.tv dari laman resmi Pemkab Bantaeng, Selasa, 30 Juni 2026.
Sementara itu, Direktur AK-Manufaktur Bantaeng, Arminas mengatakan bahwa peluang magang dan bekerja di Jepang akan diprioritaskan untuk mahasiswa tingkat akhir dan para alumni.
“Sebelum diberangkatkan, para mahasiswa atau alumni diberikan pelatihan selama tiga bulan. Kalau sudah siap, kita akan berangkatkan ke Jepang untuk magang atau bekerja di Jepang,” katanya.
Direktur LPK Indonesia Nippon Anugrah, Rico Valentino memberikan apresiasiasi kepada seluruh pihak yang antusias menyambut kerja sama ini.
"Jadi harapan kami kita bisa bekerja sama dalam jangka yang panjang, berkelanjutan, dan mudah-mudahan adik - adik bisa sukses bekerja dan mencari pengalaman di Jepang,” pungkasnya.