
UPdates—Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan harga beras sejak Februari berlanjut hingga pekan kelima Juli 2026.
You may also like :
Makin Miskin, Malah Kehilangan Bansos, DPR: Terjadi di Mana-Mana
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan tren kenaikan harga tersebut terjadi pada beras medium maupun premium.
Adapun rata-rata harga nasional beras medium pada pekan kelima Juli mencapai Rp14.489 per kilogram (kg), naik dari Rp14.417 per kg pada Juni.
Sementara, rata-rata harga beras premium meningkat menjadi Rp16.330 per kg dari Rp16.245 per kg pada bulan sebelumnya.
"Beras medium ini mengalami peningkatan bahkan sejak bulan Februari sampai dengan minggu kelima Juli, beras selalu mengalami peningkatan harganya untuk beras medium dan juga beras premium. Beras medium naik 0,50 persen dan beras premium naik 0,52 persen," ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Rabu, 5 Agustus.
Kenaikan harga beras selama enam bulan berturut-turut juga semakin meluas ke 155 kabupaten/kota. Itu lebih banyak dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat hanya di 152 daerah.
"Beras semakin mengalami peningkatan jumlah kabupaten/kotanya, di minggu yang lalu ada 152 sekarang 155 kabupaten/kota," ujarnya.
Selain beras, BPS mewanti-wanti kenaikan harga bawang putih yang semakin meluas di berbagai daerah.
Hingga pekan kelima Juli 2026, sebanyak 248 kabupaten/kota atau sekitar 68,89 persen wilayah Indonesia mengalami kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) komoditas tersebut.
Menurut Ateng Hartono, kenaikan harga bawang putih perlu menjadi perhatian karena berpotensi mendorong inflasi. Tren kenaikan harga bahkan sudah terlihat sejak Juni lalu.
"Bawang putih perlu menjadi perhatian bersama karena pada posisi minggu kelima bulan Juli mengalami peningkatan harga 3,57 persen," jelas Ateng.
Ia menilai sejak Juni peningkatan harga bawang putih lumayan tinggi. Bahkan jika dicermati berdasarkan kabupaten/kotanya, ada 68,89 persen kabupaten kota mengalami peningkatan IPH untuk bawang putih, atau jumlahnya 248 kabupaten kota.
Ateng juga mengingatkan lonjakan harga bawang putih pada Juni menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi.
"Bawang putih di bulan Juni mengalami inflasi yang cukup tinggi, bahkan tertinggi dari mulai tahun 2024 sampai dengan Juni 2026. Karena sudah tinggi, kenaikan bawang putih juga akan berpengaruh terhadap inflasi, tercermin dari inflasinya 3,33 persen," ujar Ateng.
Berdasarkan paparan BPS, rata-rata harga bawang putih secara nasional pada pekan kelima Juli mencapai Rp42.005 per kilogram (kg), naik 3,57 persen dibandingkan Juni yang sebesar Rp40.556 per kg.
Harga tersebut juga berada di atas harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp38 ribu per kg.
BPS mencatat harga bawang putih tertinggi berada di Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Pegunungan Bintang, masing-masing mencapai Rp100 ribu per kg. Sementara harga terendah tercatat sebesar Rp23.160 per kg.
Dijelaskan Ateng, sejumlah daerah mengalami lonjakan harga yang jauh di atas HAP. Di antaranya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan harga rata-rata Rp53.333 per kg, naik 30,68 persen dengan posisi 40,35 persen di atas HAP.