
UPdates–Presiden Prabowo Subianto menceritakan peristiwa kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh mendatanginya dengan gemetar.
You may also like :
Prabowo Tanggung Jawab Whoosh, Perlakuan Jokowi ke SBY Disorot
Saat itu Kepala BPKP meminta petunjuk karena sedang memeriksa pihak yang diketahui dekat dengan dirinya selaku presiden.
You might be interested :
Jangan Biarkan Presiden Sendirian Jelaskan Program MBG, Ini 11 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Bawahannya
“Datang ke saya, agak gemeter. Heran saya, kenapa stres dia. Karena yang dia laporkan, diketahui bahwa beberapa orang itu dekat sama saya,” kata Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu kemarin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Minggu, 17 Mei 2026.
Menurut Prabowo, Kepala BPKP meminta petunjuk. “Jadi dia minta petunjuk, apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan, karena dia tahu ini dekat sama Presiden,” ungkapnya tanpa memerinci waktu kejadian dan orang yang diperiksa.
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dirinya memerintahkan agar pemeriksaan terhadap yang bersangkutan diteruskan.
“Tidak ada, nggak ada. Mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya gak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa,” tegasnya.
“Justru kalau diberi kehormatan, harus lebih hati-hati dan lebih jaga. Bukan diberi wewenang, kepercayaan, malah merasa adigang, adigung, adiguna, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,” lanjutnya.
Ketua Gerindra itu mengaku heran jika di era seperti saat ini masih ada pihak yang coba-coba melakukan pelanggaran.
“Saudara-saudara, saya heran kalau hari gini, masih ada yang nyoba-nyoba ya, di aparat ya. Saya heran. Sekarang ada digital ya, ada macam-macam sekarang. Pasti ketahuan deh. Saya sedih, di ujung puncak karier, yang paling saya sedih adalah nanti anak dan istrinya,” ujarnya.
“Tapi saya katakan, jawaban saya kepada BPKP, Anda boleh tanya beliau, Pak Ateh (Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh). Anda boleh tanya beliau. ‘Jadi bagaimana Pak?’ (Saya bilang) teruskan,” ulangnya.
Bagi Prabowo, siapa pun yang sudah menjabat di pemerintahan berarti bertanggung jawab kepada negara dan rakyat.
“Saya sendiri katakan, mau partai saya sendiri, Gerindra, cek, sudah berapa yang diproses dan ditahan? Tidak. Justru harus memberi contoh. Apakah dia jenderal atau mantan jenderal, harus memberi contoh,” katanya.
Potongan video pidato Prabowo menceritakan kejadian itu ramai dibagikan di media sosial. Berbagai komentar pun bermunculan.
Salah satunya dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. Menurutnya, orang yang dimaksud pasti hidupnya kini tidak tenang.
“Saya lagi membayangkan siapa yang pucat pasi mendengarkan arahan terbuka Bpk Presiden seperti ini. Saya kebetulan kenal Pak Ateh - beliau amanah dan saya yakin akan dilaksanakan. Kita tunggu hasilnya,” tulis Said Didu sebagaimana dipantau Keidenesia.tv dalam unggahan di X.