Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto: Munchen/Karisma/DPR RI)

Kritik Pedas Ketua Komisi II ke ASN: Ngabsen, Pulang, Ngopi, Sore Absen Lagi

15 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda, mengkritik keras mentalitas dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia yang belum berubah.
  • Menurutnya, performa ASN saat ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu hanya mengabsen, pulang, ngopi, dan mengabsen lagi di sore hari.
  • Rifqinizamy menekankan bahwa key performa indicator (KPI) mesti ditingkatkan, terutama karena hidup ASN sudah sangat nyaman dengan gaji pensiun yang bisa dinikmati seumur hidup.
  • Ia juga menyorot bahwa ASN kerap dipandang sebagai profesi yang berada dalam zona nyamannya dan tidak kompetitif dibandingkan dengan swasta.
  • Komisi II akan merevisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN untuk menambah mekanisme target kinerja dan memberhentikan ASN yang tidak memenuhi target kinerjanya.
  • Sistem kerja berbasis KPI yang jelas sangat dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum bagi kepala daerah dalam mengevaluasi bawahannya.
  • Dengan adanya indikator yang jelas, diharapkan ASN dapat bekerja lebih efektif dan efisien, serta dapat diberhentikan jika tidak memenuhi target kinerjanya.
atau

UPdates—Ketua Komisi II DPR RI, M Rifqinizamy Karsayuda mengkritik keras mentalitas dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia.

You may also like : pexels@ahsanjayaTHR PNS 2025 Dibayarkan 3 Minggu Sebelum Lebaran, Presiden Prabowo Siapkan Rp50 Triliun

Hal itu ia lontarkan saat menyinggung masalah indeks korupsi dalam kaitannya dengan digitalisasi yang sudah dilakukan.

You might be interested : rifqinizamy karsayuda dpr2026 Wapres Ngantor di IKN, Pemindahan ASN tak Bisa Dibatalkan

Menurutnya, performa ASN saat ini belum berubah. Mentalitas sumber daya manusia masih sama seperti sebelumnya.

"Mentalitas sumber daya manusianya enggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi," kata Rifqi dalam rapat kerja dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari siaran YouTube TVR Parlemen, Rabu, 15 Juli 2026.

Menurutnya, key performa indicator (KPI) mesti ditingkatkan. Apalagi, menurut dia, hidup ASN sudah sangat nyaman.

Ia menyinggung soal PNS yang kata dia hidupnya di dunia sudah enak dan terjamin, tinggal akhirat yang belum pasti. Hal itu ia kaitkan dengan gaji pensiun yang bisa dinikmati seumur hidup.

Terkadang kata dia, seorang ASN dan keluarganya lebih lama menikmati gaji pensiunan dari pada bekerja.

Politikus Partai Nasdem itu juga menyorot ASN yang kerap dipandang sebagai profesi yang berada dalam zona nyamannya.

"Coba kita pikirin deh di swasta orang bisa kompetitif kok pegawai Negeri ASN enggak bisa kompetitif," ujar Rifqi.

Makanya, Komisi II disebutnya akan merevisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Salah satu yang akan diatur adalah sistem kepegawaian yang akan menambah mekanisme target kinerja.

"Kita ke depan mungkin perlu meningkatkan sedikit key performa indicator kepada seluruh birokrasi kita, ASN kita, apakah itu pegawai negeri sipil, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian khusus," ujar Rifqi.

Nantinya, RUU ASN akan mengatur indikator untuk memberhentikan ASN yang tidak memenuhi target kinerjanya.

Wakil rakyat dari Kalimantan itu menjelaskan, sistem kerja berbasis KPI yang jelas sangat dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum bagi kepala daerah dalam mengevaluasi bawahannya.

"Jadi, orang bekerja memang perlu KPI, bagus kita pertahankan enggak bagus ya out. Ini semua jadi beban kita di daerah bupati, gubernur, wali kota. Mau memberhentikan enggak ada indikatornya, enggak diberhentikan atau tidak ditinjau jadi beban," ujar Rifqi.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >