
UPdates—Lebih 10 juta orang berkumpul di Teheran untuk pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada awal perang di bulan Februari.
You may also like :
Bintang Iran Angkat Bicara Soal Selebrasi “Pistol” di Piala Dunia
Para pelayat memadati kompleks doa yang luas di Teheran pada hari Sabtu saat upacara pemakaman yang berlangsung selama seminggu dimulai dengan lagu kebangsaan, pidato keagamaan, dan pembacaan Ayat Suci Al-Quran.
You might be interested :
2 Hari Rudal Iran Bikin 14.583 Kerusakan di Israel, Trump: Semua Orang harus Segera Mengungsi dari Teheran
Iran mengadakan prosesi pemakaman massal untuk Khamenei, yang tewas dalam serangan udara AS-Israel di awal perang pada bulan Februari, mengakhiri pemerintahannya selama 37 tahun.
Rekaman televisi menunjukkan peti matinya diselimuti bendera Iran dan ditutupi dengan sorban hitamnya.
Peti mati itu ditempatkan, bersama dengan empat peti mati anggota keluarganya yang tewas lainnya, di atas platform hitam besar yang menyerupai Ka'bah.
Halaman luas kompleks tersebut, Mosalla Agung Imam Khomeini, dipenuhi oleh para pelayat, banyak yang mengibarkan bendera Iran dan membawa foto pemimpin yang terbunuh itu.
"Teriakan 'Matilah Amerika' bergema di Mosalla Teheran pada hari perpisahan 'Tuan Syahid'," kata penyiar negara Seda va Sima sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The New Arab, Sabtu, 4 Juli 2026.
Dalam unggahan video di situs berita media pemerintah lainnya, para pelayat juga terdengar meneriakkan: "Slogan kami adalah satu kata: Balas dendam, balas dendam," dan "Kami akan membunuh, kami akan membunuh dia yang membunuh Imam kami."