
UPdates—Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD meminta Presiden RI, Prabowo Subianto untuk buka-bukaan apabila memang mengetahui pihak yang membayar dan mengalirkan uang untuk mengerahkan demonstrasi.
You may also like :
4.531 Personel Gabungan Disiagakan Kawal Demo Besar Hari Ini di Jakarta
Mahfud MD menyampaikan hal itu menanggapi pernyataan Prabowo pada acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu kemarin.
You might be interested :
Prabowo Kecewa Wamenaker Ditangkap, Mahfud MD: Bravo KPK, Sudah Tunjukkan Taring Lagi
"Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar," kata Mahfud di UC UGM, Sleman, DIY, Kamis, 25 Juni 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia.
"Harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini, BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu," lanjut Mahfud.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menekankan bahwa apabila ada tudingan demonstrasi digerakkan pihak tertentu dengan imbalan uang, maka pihak yang menuduh seharusnya juga menyampaikan bukti dan pihak yang dimaksud secara terbuka.
"Kayak mahasiswa kan jelas, ini salahnya di sini lho pemerintah disebut, pemerintahnya disebut, kebijakannya. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita? Kalau mahasiswa jelas kan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya," jelasnya.
Prabowo sebelumnya mengklaim mengetahui dalang di balik aksi demonstrasi yang terjadi beberapa waktu belakangan ini saat berpidato di PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.
“Saudara-saudara sekalian hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, peserta aksi bayaran tidak mengetahui substansi terkait aspirasi yang mereka sampaikan.
“Ditanya, ditanya anak-anak demo enggak ngerti. Mau demo apa ya? Mm mm mm. Kami dibayar Rp200 ribu. Tapi ada. Saya enggak mengerti,” ungkapnya.