Megawati Soekarnoputri di forum National Policy Dialogue di Balai Senat UGM (Foto: Website UGM)

Menangis Melihat Film Pesta Babi, Megawati: Itu Benar Adanya

23 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Megawati Soekarnoputri menyoroti persoalan lingkungan dan arah pembangunan nasional yang semakin menjauh dari semangat kedaulatan bangsa, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam.
  • Ia mengkritik pendekatan ekstraktif yang mendorong kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, dan mengabaikan hak masyarakat adat.
  • Megawati menekankan pentingnya menghormati hukum adat dan hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.
  • Ia menyatakan bahwa hutan Indonesia telah banyak berubah menjadi kebun sawit, yang menimbulkan keprihatinan tentang tradisi adat dan hukum wilayah yang terabaikan.
  • Megawati mengungkapkan bahwa ia menangis setelah melihat film Pesta Babi karena isi film tersebut benar adanya dan merefleksikan kondisi lingkungan yang memprihatinkan.
  • Ia menegaskan bahwa masyarakat adat meminta pengakuan dan penghormatan terhadap hukum dan tradisi mereka, yang menurutnya tidak salah.
  • Megawati menyampaikan hal ini dalam forum National Policy Dialogue tentang Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan di UGM.
atau

UPdates—Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri menyoroti berbagai persoalan lingkungan dan arah pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari semangat kedaulatan bangsa.

You may also like : energika.idFinal V Liga Voli Korea, Red Sparks Kalah Dramatis dari Pink Spiders

Ia mengkritik pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang dinilai telah mendorong kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan pertanian, hingga mengabaikan hak masyarakat adat.

You might be interested : megawati hut pdipMegawati Kecewa KPK hanya Fokus Penjarakan Hasto, Dirdik “Berdoa" Ada Laporan Mega Korupsi

Menurutnya, penting untuk memberikan penghormatan terhadap hukum adat dan hak masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Saya kemarin menangis ketika melihat film Pesta Babi. Itu benar adanya,” tegasnya dalam forum National Policy Dialogue bertajuk Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan: Orkestrasi Pengetahuan, Inovasi, dan Geopolitik dalam Ekonomi Biru Indonesia di Balai Senat UGM, Jumat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi UGM, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ketua Umum PDIP tersebut prihatin dengan kondisi hutan Indonesia saat ini. Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menyebut hutan sudah berubah jad kebun sawit.

"Sudah seberapa banyak hutan hanya dijadikan tanaman sawit, untuk apa? Di sana ada tradisi adat, ada hukum adat, ada hukum wilayah. Mereka minta dihargai, apakah salah?" tandasnya.

Font +
Font -