Ilustrasi aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Korowai. (foto:Dok.papua.go.id)

OPM Klaim Bunuh 8 Pendulang Emas di Yahukimo, Tuduh Korban Anggota Intelijen

21 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Delapan pendulang emas dilaporkan tewas dibunuh oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dalam kekerasan bersenjata yang berlangsung selama empat hari.
  • OPM mengklaim korban sebagai aparat keamanan Indonesia yang menyamar, namun TNI membantah tuduhan tersebut dan menyatakan korban sebagai warga sipil.
  • Koops TNI Habema telah menyiapkan tim untuk evakuasi mayat dan melakukan pengejaran terhadap pelaku, serta menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan.
  • TNI mengutuk keras aksi kekerasan oleh OPM dan berjanji untuk memburu para pelaku serta meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo.
  • Situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan berada dalam status siaga namun tetap terkendali, dengan TNI memperketat patroli keamanan di berbagai titik strategis.
  • Pembunuhan terhadap warga sipil tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
  • TNI akan terus berupaya untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil di wilayah terdampak.
atau

UPdates – Sebanyak delapan pendulang emas dilaporkan tewas dibunuh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kekerasan bersenjata tersebut dilaporkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, sejak 17 Mei hingga 20 Mei 2026.

Dilansir Keidenesia.TV dari laman Seputarpapua.com, Kamis, 21 Mei 2026, kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak delapan korban tersebut di kawasan pendulangan emas ilegal Korowai, Kabupaten Yahukimo.

You might be interested : 41b6a6c8 da54 46a8 8a31 edc9fefd323d 620974Warga Asal Selayar Jadi Korban Penganiayaan Simpatisan KKB di Yahukimo

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa delapan korban tersebut bukan warga sipil biasa, melainkan aparat keamanan Indonesia yang menyamar.

“Kami mendeteksi mereka sebagai intelijen atau aparat keamanan Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas di wilayah tersebut,” ujar Sebby dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa ke-delapan orang tersebut bukan aparat keamanan.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” ujar Letkol Wirya, Kamis, 21 Mei 2026.

Koops TNI Habema telah menyiapkan personel dan dukungan helikopter untuk mempercepat proses evakuasi mayat delapan pendulang.

Selain fokus pada evakuasi, aparat keamanan juga langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Letkol Wirya pun menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Pembunuhan terhadap warga sipil ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Koops TNI Habema mengutuk keras aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil oleh kelompok OPM. TNI akan memburu para pelaku serta terus meningkatkan keamanan di wilayah Yahukimo,” tegasnya.

Pasca-insiden, situasi keamanan di Yahukimo dilaporkan berada dalam status siaga/rawan namun tetap terkendali.

Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil di wilayah terdampak, Koops TNI Habema juga langsung memperketat patroli keamanan di berbagai titik strategis.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Hiram Johnson

“Korban pertama ketika perang datang adalah kebenaran”
Load More >