
UPdates—Pahlawan dalam peristiwa penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia akhir tahun lalu, Ahmed al Ahmed kini berurusan dengan pengadilan.
You may also like :
Selain Indonesia, Ini 6 Perayaan Kemerdekaan Paling Unik dan Keren di Seluruh Dunia
Ahmed al Ahmed yang merebut senjata dari salah satu terduga pelaku penembakan mematikan itu didakwa dengan penyerangan keluarganya.
You might be interested :
Teriak dan Hina Wasit saat Nonton Bola di TV, Istri Tikam Suami karena Merasa Diejek
Pria berusia 44 tahun itu dituduh telah menyerang ayahnya pada bulan Maret, menurut laporan media Australia. Dia telah didakwa dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penyerangan biasa, serta penguntitan dan intimidasi.
Dia membantah tuduhan tersebut, mengatakan kepada penyiar ABC bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar.
Ahmed dijadwalkan hadir di Pengadilan Lokal Bankstown Sydney pada 29 Juni.
Rekaman dari tempat penembakan massal di sebuah acara untuk memperingati Hanukkah pada bulan Desember 2025 menunjukkan Ahmed merebut senjata dari salah satu terduga pelaku.
Ia kemudian dipuji sebagai pahlawan setelah aksi beraninya di acara komunitas Yahudi tersebut, di mana 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Dalam kejadian tersebut, Ahmed ditembak beberapa kali dan kemudian dikunjungi oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di rumah sakit, yang menyebutnya sebagai "yang terbaik dari negara kita".
Penggalangan dana untuk mendukungnya berhasil mengumpulkan lebih dari A$2,5 juta (Rp32,1 miliar).
Serangan Bondi adalah penembakan massal paling mematikan di Australia sejak 1996. Polisi menyatakan itu sebagai insiden teroris yang menargetkan komunitas Yahudi.