
UPdates—Nilai tukar rupiah yang pekan ini anjlok hingga menyentuh Rp17.614 per dolar AS mendapat perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.
You may also like :
DPR Ingatkan BPS Harus Jujur Soal Data Sensus Ekonomi 2026
Saat berpidato dalam Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026, Ketua Umum Gerindra itu berpesan agar masyarakat tidak panik menghadapi pelemahan rupiah.
You might be interested :
Satgas PKH Serahkan Uang Rp11,4 Triliun, Prabowo Tepuk Tangan: Terima Kasih Saudara-Saudara
Kepala Negara menegaskan, kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah menurunnya nilai tukar rupiah.
Ia berpatokan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang masih tersenyum dan baginya menjadi indikator perekonomian nasional baik-baik saja.
Presiden Prabowo Subianto menyebut, jika Menkeu Purbaya masih tenang maka rakyat tidak perlu panik dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Purbaya sekarang populer banget. Purbaya itu, selama Purbaya bisa senyum, tenang saja nggak usah kau khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia melanjutkan dengan bergurau pada anggota DPR RI, Titiek Soeharto.
"Yang pusing yang itu, yang suka keluar negeri. Ayo, Siapa ini. Mbak Titiek ini, pusing ini,” ujar Prabowo yang disambut gelak tawa Titiek Soeharto yang duduk bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin dan Mensesneg, Prasetyo Hadi.
“Mana lagi nih, menteri tapi pengusaha. Trenggono. Trenggono. Udah tak keluar negeri. Kau ke pulau-pulau,” lanjut Prabowo.
Ditegaskan Prabowo, ekonomi Indonesia baik-baik saja. "Percaya ekonomi kita kuat. Pundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ngomong apa. Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” tegasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi. “Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat. Dari partai manapun tidak ada urusan. Di semua partai ada patriot. Di semua partai, ada juga yang brengsek-brengsek. Aku juga sebagai ketua umum Gerindra kapok juga. Gerindra lagi, waduh ini. Baru menang udah kayak begini. Nggak ada urusan. Tindak. Hukum,” katanya.