
UPdates—Guru Besar Ilmu Komunikasi dan Regulasi Digital Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto menyampaikan pandangannya soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan kembali disorot karena banyaknya dugaan keracunan di sejumlah daerah.
You may also like :
137 Siswa-Guru di SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan MBG, SPPG-nya Ternyata Sudah Tiga Kali "Bermasalah"
Lewat tulisan panjang yang diunggah di akun X pribadinya, @henrysubiakto ia menegaskan bahwa secara politik, MBG itu identik dengan kehendak dan kebijakan Prabowo.
You might be interested :
Lagi, Lagi, dan Lagi, Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Pati
Mantan Staf Ahli Kominfo itu mengatakan, berlanjut dan tidaknya program MBG ini tergantung kehendak, kemauan dan pikiran Prabowo.
Begitu pula baik buruknya kualitas MBG secara keseluruhan juga identik dengan kualitas pengambilan keputusan Prabowo.
Operasional MBG yang sangat luas dengan potensi ribuan titik kelemahan yang terbentang di seluruh Indonesia kata dia menjadi resiko politik yang sangat berbahaya bagi nama baik dan reputasi Presiden Prabowo.
“Mengendalikan kualitas MBG yang begitu luas, dengan melibatkan begitu banyak orang dengan berbagai macam kualitas di berbagai daerah membuka peluang Prabowo jadi sasaran tembak secara politik,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari unggahannya di X, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Prof Henri, ibaratnya, kalau ada SPPG teledor atau tidak hati hati dalam menyediakan MBG, maka resikonya adalah nama baik Prabowo.
Belum lagi jika ada pihak ketiga yang mencoba mengambil keuntungan dari kerentanan sistem MBG, lagi lagi resikonya adalah kepercayaan rakyat kepada Pemerintah Prabowo.
“Dengan banyaknya kasus keracunan di berbagai daerah yang terus saja terjadi dan menelan banyak korban adalah sebuah fakta bahwa MBG itu penuh resiko dan sangat terbuka dari sabotase maupun kesalahan karena keteledoran para petugasnya,” jelasnya.
“Persoalannya, percayakah kita pada semua karyawan SPPG di seluruh Indonesia tidak akan teledor dan tidak akan berbuat kesalahan hingga memunculkan produk MBG yang rendah kualitasnya atau bahkan beracun dan berbahaya? Percayakah kita bahwa saat aktivitas politik itu sering diwarnai perebutan kekuasaan secara sadis, hitam dan kejam, tidak mungkin ada upaya kesengajaan, sabotase untuk menghancurkan Prabowo lewat kasus kasus keracunan MBG yang akibatnya nampak dramatis hingga mengikis kepercayaan publik padanya?” lanjutnya bertanya.
Ia secara gamblang menyebut MBG adalah titik lemah yang bisa merusak reputasi Prabowo. “Please Pak Prabowo, sadarlah, bahwa MBG itu adalah titik lemah, yang memungkinkan “musuh” atau siapapun dengan mudah merusak reputasi hingga legitimasi Anda,” ujarnya mengingatkan.
MBG jelas dia memang bukan satu satunya masalah. “Namun, itu merupakan salah satu sebab yang paling terbuka, dimana semakin gigih Anda membenarkan dan membanggakan MBG, maka bisa membuat semakin rawan posisi politik Pak Prabowo sebagai Presiden dalam kondisi Indonesia seperti sekarang ini dan ke depan,” tandasnya.