Ilustrasi Amnesty Internasional. (foto:int)

Sejarah Hari Ini, 28 Mei: Hari Amnesty International

28 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Amnesty International diperingati setiap tanggal 28 Mei sebagai hari untuk memperjuangkan hak asasi manusia di seluruh dunia.
  • Organisasi ini didirikan di London pada Juli 1961 oleh Peter Benenson, seorang pengacara buruh Inggris, setelah terinspirasi oleh kasus dua mahasiswa Portugal yang dijatuhi hukuman.
  • Amnesty International memulai kegiatannya dengan artikel berjudul 'Para Tahanan yang Terlupakan' yang diterbitkan di 'The Observer' pada Mei 1961.
  • Organisasi ini berperan penting dalam mengungkap pelanggaran hak asasi manusia dan memengaruhi kebijakan pemerintah untuk melestarikan hak-hak tersebut.
  • Meskipun kerap dituduh melakukan berbagai hal, Amnesty International tetap bekerja tanpa lelah untuk meringankan penderitaan orang-orang di seluruh dunia yang menderita kelaparan, konflik, dan situasi pencarian suaka.
  • Dengan memengaruhi pemerintah dan kelompok-kelompok kuat lainnya, serta mempublikasikan pelanggaran mereka, Amnesty International membela hak asasi manusia di seluruh dunia sebagai organisasi non-pemerintah.
  • Amnesty International telah menjadi suara pembela kaum tertindas dan yang terpinggirkan, memperjuangkan hak asasi manusia dasar bagi semua orang di mana pun.
atau

UPdates – Hari Amnesty International (Amnesty International Day) diperingati setiap tanggal 28 Mei.

You may also like : amnesty international day design template 00d3692364d26a177721558665fad53a screenSejarah Hari Ini, 28 Mei: Hari Amnesty Internasional

Disadur dari National Today, Amnesty International didirikan di ibu kota Inggris, London, pada Juli 1961, Ketika Peter Benenson, seorang pengacara buruh Inggris, mengetahui tentang dua mahasiswa Portugal yang dijatuhi hukuman tujuh tahun setelah "minum segelas untuk kebebasan," ia terinspirasi untuk memulai kelompok ini.

Bersama Eric Baker dari Religious Society of Friends dan banyak anggota kaum intelektual lainnya, termasuk akademisi, penulis, dan pengacara, mereka menulis sebuah artikel berjudul "Para Tahanan yang Terlupakan."

Artikel ini diterbitkan di "The Observer" pada Mei 1961 dan mendapat perhatian luas.

Hal ini memicu sebuah seruan, yang dengan cepat berkembang menjadi sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengubah dunia dan memastikan bahwa setiap orang memiliki akses terhadap hak asasi manusia dasar bagi semua orang di mana pun.

Sejak saat itu, upaya gigih kelompok ini telah memainkan peran penting dalam mengungkap pelanggaran hak asasi manusia dan berupaya memengaruhi kebijakan pemerintah terkait pelestarian hak-hak tersebut.

Anggota kelompok ini kerap dituduh melakukan berbagai hal, mulai dari memata-matai di Rusia tahun 1980-an hingga bertindak sebagai pembela dunia kriminal, dan aktivitas mereka terkadang tidak selalu diterima dengan baik.

Namun, pada kenyataannya, mereka adalah pembela kaum tertindas dan yang terpinggirkan, dan mereka bekerja tanpa lelah setiap hari untuk meringankan penderitaan orang-orang di seluruh dunia yang menderita kelaparan, konflik, dan situasi pencarian suaka.

Dengan memengaruhi pemerintah dan kelompok-kelompok kuat lainnya, serta mempublikasikan pelanggaran mereka, Amnesty International adalah organisasi non-pemerintah yang didedikasikan untuk membela hak asasi manusia di seluruh dunia.

 

Font +
Font -