
UPdates - Angkatan Udara Korea Selatan merilis permintaan maaf atas tabrakan di udara pada tahun 2021 silam yang melibatkan dua jet tempur mereka.
You may also like :
Jet Tempur Korsel tak Sengaja Jatuhkan 8 Bom di Kompleks Sipil, 15 Warga Terluka
“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021,” kata seorang juru bicara angkatan udara dalam sebuah konferensi pers, Rabu, 22 April 2026 waktu setempat.
You might be interested :
Siap-Siap! BTS Umumkan Jadwal Tur Dunia 14 Januari 2026
Disadur Keidenesia.TV dari The Guardian, Kamis, 23 April 2026, juru bicara Angkatan udara Korea Selatan mengatakan bahwa salah satu pilot yang terlibat telah diskors dari tugas penerbangan, menerima tindakan disiplin yang berat, dan sejak itu telah meninggalkan militer.
Permintaan maaf tersebut menyusul laporan yang dirilis pada hari Rabu oleh Dewan Audit dan Inspeksi negara bagian, yang menemukan bahwa manuver yang tidak direncanakan tersebut untuk pengambilan foto selfie (swafoto) hingga menyebabkan tabrakan antara dua jet F-15K saat penerbangan formasi di dekat kota Daegu pada Desember 2021.
Auditor mengatakan seorang pilot pendamping mencoba merekam gambar untuk menandai penerbangan terakhirnya bersama unit tersebut, dengan menanjak dan memiringkan pesawat secara tajam tanpa izin untuk memperbaiki sudut kamera sementara pilot lain merekam video dari jet utama.
Saat pesawat mendekat, kedua awak mencoba melakukan manuver menghindar, tetapi ekor pesawat pendamping menabrak sayap pesawat utama, menyebabkan kerusakan sekitar 880 juta won (600.000 dolar AS). Tidak ada yang terluka.
Dewan audit menetapkan pilot pendamping sebagai pihak yang bertanggung jawab utama, tetapi juga mengkritik angkatan udara karena kontrol yang longgar terhadap pengambilan gambar dalam penerbangan pada saat itu, dan memerintahkan pilot untuk mengembalikan sekitar sepersepuluh dari biaya perbaikan.
Angkatan udara mengatakan pihaknya mengambil langkah-langkah untuk memperketat aturan keselamatan penerbangan dan mencegah terulangnya insiden tersebut.