
UPdates—Timur Tengah membara lagi. Amerika Serikat (AS) dan Iran saling serang dengan skala yang lebih luas dan menghancurkan.
You may also like :
Iran Sebut 11.000 Teroris ISIS Dilatih di Kamp-kamp Amerika untuk Serbu Irak
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari Jumat mengatakan bahwa Angkatan Udara mereka menargetkan pangkalan AS di Kuwait sebagai bagian dari gelombang ke-12 dari apa yang mereka sebut sebagai operasi balasan.
You might be interested :
Iran Ubah Wilayah Israel Seperti Gaza, Minta Warga Pindah ke Luar Negeri
Menurut kantor berita semi-resmi Mehr, IRGC mengatakan target tersebut termasuk radar deteksi dan identifikasi pertahanan rudal, beberapa gudang senjata, dua peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), dan rudal yang disimpan dalam sistem tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Anadolu, Jumat, 17 Juli 2026, IRGC mengklaim serangan itu menyebabkan kebakaran besar di pangkalan tersebut.
Mereka mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan AS baru-baru ini yang diklaim menargetkan fasilitas sipil, pekerja telekomunikasi dan kereta api, Bandar udara, jembatan, serta kendaraan, yang menyebabkan korban jiwa.
Selain Kuwait, serangan Iran juga menyasar Qatar, Bahrain, dan Yordania. Yordania mengklaim berhasil menghalau tiga rudal dari Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada hari Kamis waktu Amerika bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan ofensif baru terhadap Iran, menandai malam keenam berturut-turut operasi militer AS yang menargetkan aset militer Iran.
Ketegangan regional meningkat sejak Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan dadakan terhadap Iran.
Teheran kemudian menanggapi dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan bulan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Namun, ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah insiden di Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan.