
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Senin waktu Amerika bahwa komandan militer tertinggi Iran telah tewas.
You may also like :
Kendaraan Militer Menipis, Rusia Terpaksa Gunakan Keledai di Medan Perang
Ia mengklaim bahwa Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan penerusnya, 90% tewas.
You might be interested :
Pentagon Akui Gagal Hancurkan Semua Armada Angkatan Laut Iran
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan kemampuan militer Iran telah sangat menurun.
"Mereka tidak memiliki angkatan laut. Mereka tidak memiliki angkatan udara. Semuanya hilang. Pertahanan anti-pesawat mereka hilang. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," kata Trump sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 14 Juli 2026.
“Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka telah tiada. Khomeini telah tiada,” katanya.
Ia menggunakan nama mendiang pemimpin revolusioner Iran yang meninggal pada tahun 1989, sementara tampaknya merujuk pada Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama serangan AS-Israel di Iran pada akhir Februari.
"Putranya 90% tewas," katanya.
Mojtaba Khamenei dilaporkan sedang memulihkan diri dari cedera yang diderita akibat serangan udara, dan tidak hadir dalam upacara pemakaman ayahnya yang diadakan bulan ini di Iran dan Irak.
Pernyataan tersebut muncul ketika AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan udara pada akhir pekan, dan Trump mengatakan AS "memperbarui" blokade terhadap Iran, dan akan mengenakan biaya kepada kapal untuk melewati Selat Hormuz dengan aman.
Klaim Trump tampaknya bertentangan dengan fakta yang terlihat dalam sepekan terakhir. Khamenei akhir pekan lalu mengumumkan akan membalas dendam untuk kematian ayahnya. Ia mengatakan Iran sudah punya daftar target.
Selain itu, Iran juga terus menggempur aset dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk yang menunjukkan bahwa mereka masih punya kemampuan perang yang memadai.