
UPdates—Akhir perang Iran semakin dekat. Mediator Pakistan dan AS mengatakan kesepakatan dapat dicapai hari Minggu ini meskipun Iran masih meragukan waktu tersebut.
You may also like :
Setelah Spanyol, Italia juga Tolak Pesawat AS Pakai Pangkalan Udaranya untuk Perang Iran
Presiden Trump telah berkali-kali menegaskan selama perang bahwa kedua negara berada di ambang kesepakatan.
You might be interested :
Trump Mungkin Rebut Greenland dari Denmark dengan Kekuatan Militer
Pada Sabtu pagi waktu AS, ia menulis di Truth Social bahwa kesepakatan dijadwalkan untuk ditandatangani pada hari Minggu dan bahwa Selat Hormuz — jalur transportasi minyak dan gas global utama — akan segera dibuka setelahnya.
Namun, juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan dia tidak berpikir pakta yang final akan terjadi secepat itu.
Baghaei mengatakan kepada media pemerintah Iran pada hari Sabtu bahwa penandatanganan kesepakatan mungkin belum bisa hari Minggu ini.
"Itu tidak akan terjadi besok (Minggu). Kemungkinan ini terjadi dalam beberapa hari mendatang tidak dapat dikesampingkan," ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari NPR, Minggu, 14 Juni 2026.
Pakistan juga memberi sinyal kemajuan pembicaraan. "Kita lebih dekat dengan kesepakatan perdamaian daripada sebelumnya," kata Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif dalam unggahan pagi harinya di X.
Menurutnya, kesepakatan perdamaian yang telah difinalisasi kemungkinan akan tercapai dalam 24 jam ke depan.
Sharif mengatakan kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan tersebut secara elektronik, setelah difinalisasi, diikuti oleh pembicaraan tingkat teknis minggu depan.
"Kami yakin bahwa kesepakatan perdamaian bersejarah ini akan membentuk fondasi yang kuat untuk perdamaian abadi," kata Sharif dalam unggahannya.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan di X bahwa memorandum kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini.