
UPdates—Setelah dibombardir Rusia awal pekan ini, Ukraina balas melancarkan serangan drone besar-besaran ke Moskow dan St. Petersburg.
You may also like :
Moskow Diselimuti Asap Hitam Setelah Serangan Drone Besar-besaran Ukraina
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa 62 UAV Ukraina ditembak jatuh saat mendekati Moskow.
You might be interested :
Sumpah Balas Dendam Iran: Ini akan Jadi Serangan Paling Dahsyat dalam Sejarah, Kami tidak akan Berhenti Sampai Musuh Dikalahkan
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari APA, Sabtu, 4 Juli 2026, menurut Sobyanin, lebih dari 200 drone terbang menuju wilayah Moskow selama 24 jam terakhir, dan sebagian besar dinetralisir oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai wilayah ibu kota.
Selain Moskow, Ukraina juga melancarkan serangan drone skala besar ke St. Petersburg. Mereka menyerang terminal minyak di Pelabuhan St. Petersburg pada Jumat malam waktu setempat.
Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov mengatakan bahwa pertahanan udara menembak jatuh 72 drone. Satu drone jatuh di daerah Peterhof.
"Serangan itu menghantam terminal minyak di Distrik Kirovsky kota tersebut. Dampaknya telah dibersihkan. Tidak ada korban jiwa," kata Beglov sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu.
Saluran Telegram lokal sebelumnya melaporkan kebakaran di terminal minyak pelabuhan setelah serangan tersebut.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim di Telegram bahwa pertahanan udaranya mencegat atau menghancurkan 389 drone Ukraina di beberapa wilayah Rusia, Krimea, yang dianeksasi oleh Moskow pada tahun 2014, dan Laut Azov serta Laut Hitam.
Ukraina belum mengomentari klaim Rusia tersebut, yang tidak dapat diverifikasi secara independen.
Dalam laporan lain, Ukraina mengklaim telah melumpuhkan lebih dari 40% kapasitas penyulingan minyak Rusia pada awal Juli.