
UPdates - Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa dalam pelaksanaannya, program makan bergizi gratis (MBG) banyak masalah, sehingga harus ditertibkan.
You may also like :
Operasi SAR di Ponpes Al Khoziny Selesai, Semua Jenazah Telah Ditemukan
Dilansir Keidenesia dari CNNIndonesia, pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.
You might be interested :
Istana Umumkan 5.320 Siswa Keracunan MBG, Hari Ini Ada Lagi 365 Orang di Bandung Barat
Prabowo awalnya mengatakan program MBG dan Koperasi Merah Putih akan membangkitkan perekonomian. Menurutnya, para kepala desa hingga bupati sudah merasakan dampak positif dari program itu. Meski demikian, Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih banyak masalah.
"Bahwa banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan," kata Prabowo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengatakan banyak unsur pimpinan di Indonesia yang integritasnya tidak kuat jika berurusan dengan uang.
Ia menegaskan tidak akan ragu mencopot pejabat yang menyalahgunakan wewenang.
"Banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita, hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat, berurusan dengan uang dia lupa, tapi saya sudah katakan pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapapun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan," katanya.
Prabowo mengatakan program MBG sangat penting untuk masyarakat. Ia mengaku bertemu dengan masyarakat yang bersyukur dengan adanya program tersebut.
"Saya ketemu rakyat kecil, petani 'Pak, tolong pak MBG jangan diberhentikan ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya'," kata Prabowo menirukan percakapannya dengan masyarakat.
"Jadi MBG sangat penting, tapi sekarang kita topang dengan Kopdes Merah Putih, kita topang nanti sebentar lagi dengan desa-desa nelayan dan di ujung itu semua hilirisasi, industrialisasi, jadi ini semua akan mendukung industrialisasi," imbuhnya.