
UPdates—Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jemaah Indonesia.
You may also like :
9 Jemaah Haji Wafat, 8.575 Rawat Jalan, 302 Dirujuk ke Klinik dan RS
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website Kemenhaj, ketiga jemaah yang wafat pada Sabtu, 9 Mei 2026 waktu Arab Saudi itu yakni Rodiyah Wayan (SOC 3), Kamariah Dul Tayib (SUB 8), dan Nursidah Sinrang Sijarra (UPG 5).
You might be interested :
PM Israel Minta Pindahkan Palestina ke Arab Saudi, Yordania Siapkan Skenario Perang
Khusus jemaah embarkasi Makassar, Kemenhaj tampaknya salah data. Pasalnya, Nursidah Sinrang Sijarra yang berasal dari Kabupaten Gowa sudah meninggal sejak 26 April lalu.
Ini juga dikonfirmasi Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, H Ikbal Ismail kepada awak media.
Ia menyebut jemaah Embarkasi Makassar yang meninggal berasal dari Kota Ternate, Maluku Utara. Jemaah itu sebagaimana informasi yang dihimpun Keidenesia.tv bernama Siti Totou Umar yang tergabung dalam Kloter 15 Embarkasi Makassar. Ia dilaporkan wafat di Madinah, Arab Saudi.
Dengan tambahan tiga Jemaah yang wafat pada Sabtu kemarin, maka total jumlah jemaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini sebanyak 23 orang.
“Kami mendoakan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan husnul khatimah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam keterangan di website Kemenhaj.
Selain yang wafat, hingga saat ini, sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.
Kemenhaj mengingatkan jemaah agar memprioritaskan kesehatan fisik menjelang puncak haji.
Dengan suhu di Makkah dan Madinah yang saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, jemaah diminta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di siang hari, memperbanyak minum air putih, menjaga pola makan, serta memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.
“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” ujar Ichsan.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan komorbid agar selalu didampingi dan aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
“Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” katanya.