
UPdates—Wasit Somalia, Omar Artan, tetap akan menerima honor Piala Dunia penuh dari FIFA setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat.
You may also like :
Biden Divonis Kanker Prostat Paling Agresif, Reaksi Trump Mengejutkan
Wasit berusia 34 tahun itu seharusnya memimpin pertandingan di turnamen 2026 sebelum ia dilarang masuk ke negara tersebut setelah mendarat di Miami.
You might be interested :
Ditolak Masuk Amerika, Wasit Piala Dunia Asal Somalia Disambut Bak Pahlawan di Tanah Air
Artan seharusnya menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin pertandingan di Piala Dunia setelah ia terpilih sebagai salah satu dari tujuh perwakilan Konfederasi Sepak Bola Afrika.
Namun, ia diinterogasi selama 11 jam oleh otoritas imigrasi AS pada hari Senin sebelum paspor diplomatik dan visa masuk tunggal AS-nya ditolak.
Andrew Giuliani, direktur eksekutif Satuan Tugas Gedung Putih, mengatakan kepada talkSPORT bahwa keputusan untuk tidak mengikutsertakan Artan adalah 'benar-benar' tepat.
FIFA menghadapi seruan untuk campur tangan dalam situasi tersebut, tetapi kemudian mengkonfirmasi bahwa larangan perjalanan Artan tidak akan dibatalkan.
Kendati demikian, BBC Sport melaporkan bahwa FIFA berkomitmen untuk membayar gaji wasit Afrika Timur itu meskipun ia tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia.
Berapa bayaran wasit Piala Dunia?
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari talkSPORT, Minggu, 14 Juni 2026, wasit utama di turnamen 2026 dapat memperoleh hingga £75.000 (Rp1,7 miliar) untuk keterlibatan mereka dalam turnamen tersebut.
Namun, wasit Piala Dunia tidak akan mengetahui bayaran sebenarnya untuk memimpin pertandingan, karena FIFA akan membayar setelah babak final selesai.
Setiap wasit akan mendapatkan gaji pokok yang tidak diungkapkan hanya karena terpilih, dengan bonus terkait kinerja juga ditawarkan.
Pembayaran tambahan yang menggiurkan tersebut adalah imbalan jika dipilih oleh FIFA untuk memimpin pertandingan babak sistem gugur.
Artan sendiri telah ditunjuk oleh UEFA untuk memimpin Piala Super pada bulan Agustus, yang akan mempertemukan juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) melawan juara Liga Europa Aston Villa.
Menanggapi berita tersebut, mantan pemilik Crystal Palace dan pembawa acara talkSPORT, Simon Jordan, percaya bahwa itu adalah kasus oportunisme klasik.
"Mari kita pahami motivasi UEFA untuk menantang FIFA," kata Jordan di acara White & Jordan yang disiarkan langsung dari markas acara di New York.
"Mereka tidak menyukai gagasan Piala Dunia. Mereka tidak menyukai fakta bahwa organisasi FIFA ikut campur dalam sepak bola domestik. Jadi, ada taktik permainan yang sedang berlangsung di sana," tegasnya.