
UPdates—Genderang perang kembali berdentuman setelah kekacauan di Selat Hormuz. Israel pun sudah membuka tempat perlindungan dan tentara mereka bersiap menghadapi skenario Iran.
You may also like :
Rusia Bantah Percakapan Telepon Putin dan Trump
Israel saat ini dalam keadaan siaga tinggi dan terjadi pergerakan lapangan yang cepat pada hari Selasa, 5 Mei 2026.
You might be interested :
Perang Gaza belum Berakhir, Serangan Israel Tewaskan 104 Warga Palestina
Surat kabar berbahasa Ibrani Yediot Aharonot melaporkan bahwa kota-kota di Israel telah mulai membuka tempat perlindungan umum sebagai persiapan untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran skala penuh.
Tempat perlindungan warga di Israel umumnya disebut bunker atau ruang perlindungan bom (bomb shelters), yang dalam bahasa Ibrani dikenal sebagai Miklat atau Mamak (Merhav Mugan)
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, Selasa, 5 Mei 2026, Wali Kota Rishon LeZion, Raz Kinstlich, mengumumkan bahwa kotamadya telah menempatkan semua sumber dayanya dalam keadaan siaga tinggi.
Ia menegaskan bahwa ia secara pribadi telah memeriksa semua tempat perlindungan sejak pagi hari.
Demikian pula, kotamadya Ashdod mengumumkan pembukaan tempat perlindungan sebagai antisipasi meningkatnya ketegangan keamanan.
Mereka menggambarkan langkah tersebut sebagai penguatan kesiapan internal, meskipun instruksi Komando Garda Depan tetap tidak berubah.
Sementara itu, ada kekhawatiran yang muncul dari utara, di mana Wali Kota Haifa Yona Yahav menyatakan bahwa 35% penduduk kota kekurangan perlindungan yang memadai.
Ia memperingatkan bahwa mengamankan rumah mereka akan memakan waktu satu setengah tahun. Hal ini menunjukkan adanya celah keamanan yang kritis mengingat ancaman yang ada saat ini.
Saat ketegangan semakin meningkat, Presiden AS, Donald Trump mengindikasikan bahwa jika ia memutuskan untuk kembali berperang melawan Iran, akan membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk mencapai tujuannya dalam perang tersebut.
“Kita telah mengurangi banyak hal yang harus kita lakukan, mungkin dua minggu lagi, dua minggu, mungkin tiga minggu,” katanya kepada pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt sebagaimana dilaporkan The Times of Israel.
“Kita harus membuat kesepakatan yang tepat, atau kita akan menang dengan sangat mudah dari sudut pandang militer,” ujar Trump.