
UPdates—Serangan udara Israel yang menargetkan pos polisi Palestina di Gaza utara pada hari Sabtu menewaskan sedikitnya lima petugas polisi dan seorang bocah berusia 13 tahun.
You may also like :
Momen-momen Menegangkan, Israel Kirim Militer Cegah Kapal Aktivis yang Coba Terobos Blokade Gaza
Selain itu, menurut polisi Gaza, serangan tersebut juga melukai beberapa lainnya.
You might be interested :
Trump dan Netanyahu Kembali Ingin Relokasi Warga Gaza ke Negara Lain
Dalam sebuah pernyataan, direktorat polisi Gaza, yang bertugas menjaga keamanan di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali Hamas setelah gencatan senjata yang ditengahi oleh AS pada bulan Oktober, mengatakan dua rudal telah menghantam pos polisi di daerah Tawam.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Reuters, Sabtu, 23 Mei 2026, militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Hampir 10.000 petugas polisi telah menjadi titik permasalahan dalam pembicaraan untuk memajukan rencana Presiden AS Donald Trump untuk Gaza.
Hamas ingin mereka dimasukkan dalam pasukan polisi baru yang direncanakan dalam rencana tersebut. Israel keberatan dengan keterlibatan petugas mana pun yang berafiliasi dengan Hamas.
Pembicaraan tersebut juga menemui jalan buntu karena penolakan Hamas untuk meletakkan senjatanya, serta serangan Israel yang hampir setiap hari terjadi di wilayah tersebut, yang menurut pejabat kesehatan telah menewaskan lebih dari 880 warga Palestina sejak gencatan senjata.
Setidaknya empat tentara Israel telah tewas dalam serangan militan selama periode yang sama.