
UPdates - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali memantik kontroversi dengan mengunggah gambar peta editan di platform Truth Social pada hari Kamis, 30 April 2026 waktu setempat.
You may also like :
Skandal Seks Mantan Calon Jaksa Agung Pilihan Trump Dibongkar Komite Etika DPR AS
Dalam gambar tersebut, Trump mengganti nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump. Tindakan tersebut dilakukan Trump di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan tersendatnya negosiasi damai dengan Iran.
You might be interested :
Mantan Juara UFC Conor McGregor Siap Bertarung di Pilpres Irlandia
Sebulan sebelumnya, dalam sebuah acara di Miami, Trump sempat melempar guyonan soal nama itu.
“Iran harus membuka Selat Trump, maksud saya Hormuz. Maaf, saya sangat menyesal. Kesalahan yang mengerikan,” kata Trump, sebagaimana disadur dari USA Today.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi distribusi energi dunia. Sekitar sepertiga pasokan minyak global melewati jalur ini, menjadikannya titik vital dalam peta geopolitik internasional.
Akibat gangguan keamanan di Selat Hormuz, harga minyak dunia kini tengah melonjak ke level tertinggi sejak 2022
Harga minyak Brent naik hampir 7 persen dan menyentuh US$126,10 per barel, sementara minyak mentah WTI Amerika Serikat naik lebih dari 3 persen ke US$110,24 per barel.