
UPdates—Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Sidang Isbat awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang Isbat ini akan berlangsung di Auditorium H.M Rasjidi Kemenag.
You may also like :
Timwas Haji: Haji 2025 Sarat Masalah Lama
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad mengatakan, sidang isbat menjadi forum resmi pemerintah untuk penentuan awal bulan yang melibatkan berbagai unsur.
You might be interested :
Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026 Digelar 17 Februari
"Sidang Isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi,” ujarnya di Jakarta, Senin 11 Mei 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari RRI.
Abu menjelaskan, pemerintah akan mengintegrasikan dua metode utama yang digunakan pada proses penetapan awal bulan hijriah. Yaitu hisab atau perhitungan astronomi serta rukyat atau pengamatan langsung terhadap hilal.
Kedua metode ini kata dia saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan yang komprehensif. Ini juga akan mendapatkan konfirmasi melalui pengamatan di lapangan.
"Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah. Namun, ini juga terkonfirmasi melalui pengamatan di lapangan,” jelasnya.
Menurut Abu, data hisab memberikan gambaran awal mengenai posisi hilal. Sementara rukyat digunakan untuk konfirmasi faktual yang dilakukan dari berbagai titik pemantauan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Sesi ini akan disiarkan secara terbuka agar publik mendapatkan transparansi informasi.
Berdasarkan data awal, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab dikabarkan telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.
Ini adalah kesepakatan antar-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
"Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat,” ujar Abu seraya melanjutkan bahwa secara teori hal itu telah memenuhi kriteria imkan rukyat.
Lebaran Serentak
Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diperkirakan akan berlangsung serentak pada Rabu, 27 Mei 2026. Prediksi tersebut mengacu pada kalender Hijriah pemerintah, Muhammadiyah, dan perhitungan kalender Nahdlatul Ulama (NU).
Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI memperkirakan awal Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026 dan Iduladha pada 27 Mei 2026.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan tanggal Iduladha melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Organisasi tersebut menetapkan 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 menggunakan metode hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Di sisi lain, Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan juga akan menetapkan tanggal yang sama. Berdasarkan Almanak NU yang diterbitkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro, Iduladha 1447 H diperkirakan berlangsung pada 27 Mei 2026.
Pemerintah sendiri telah menetapkan Iduladha sebagai hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.
Jadwal libur nasional dan cuti bersama Iduladha 2026 meliputi Rabu, 27 Mei 2026 sebagai Libur Nasional Iduladha dan Kamis, 28 Mei 2026 menjadi waktu cuti bersama Iduladha.