
UPdates—Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Mata uang Indonesia terpantau nyaris menyentuh Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).
You may also like :
Mayoritas Mata Uang di Kawasan Asia Lesu di Senin Pagi, Rupiah Berada di Level Rp17.404
Data Bloomberg mencatat bahwa pada pukul 11.14 WIB, pelemahan rupiah mencapai 46 poin atau sekitar 0,26 persen ke posisi Rp17.790 per dolar AS.
You might be interested :
Rupiah Makin Anjlok, Tembus Rp17.432 per Dolar AS, Ini Saran Pakar UGM ke Pemerintah
Kurs mata uang Garuda kemudian kembali melemah ke level Rp17.792 per dollar AS pada pukul 12.34 WIB.
Ini melanjutkan pelemahan rupiah yang terdepresiasi saat pembukaan perdagangan pagi tadi, yakni Rp17.781 per dollar AS.
Pelemahan rupiah siang ini semakin mengkhawatirkan di tengah meningkatnya tensi geopolitik global dan tekanan eksternal yang terus membesar.
“Bahwa hari ini rupiah terus mengalami pelemahan. Kita melihat bahwa pelemahan mata uang rupiah di hari ini cukup signifikan. Pelemahannya begitu mengkhawatirkan,” ujar Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kompas.com, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi itu berpotensi semakin menekan rupiah, terutama karena pasar domestik akan menghadapi libur nasional mulai pada Rabu, 27 Mei 2026 yang membuat Bank Indonesia (BI) tidak dapat melakukan intervensi secara optimal di pasar domestik. Baik di pasar obligasi maupun pasar keuangan lainnya.