
UPdates—Nilai tukar (kurs) rupiah mulai perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir.
You may also like :
Ini Lokasi-Jadwal Penukaran Uang Baru di Sulsel Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025
Khusus pembukaan perdagangan hari Senin, 15 Juni 2026, berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (046%) ke level Rp17.778 per dolar AS.
You might be interested :
Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp17.614 per Dolar, Level Terendah Sepanjang Sejarah
Penguatan ini mencerminkan adanya sentimen positif yang masuk ke pasar domestik. Para pelaku pasar merespons baik kondisi fundamental ekonomi nasional yang tetap terjaga, meskipun tekanan dari mata uang greenback masih membayangi pasar uang regional.
Pergerakan mata uang rupiah hari ini menurut analis akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral AS.
Jika tren penguatan ini berlanjut, rupiah berpotensi menguji level resistansi baru sepanjang hari perdagangan ini.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada hari Jumat, 12 Juni 2026 menguat tajam 128 poin terhadap dolar AS ke level Rp17.860.
"Saya pikir kita akan melihat dolar AS jatuh selama beberapa sesi berikutnya. Kita mungkin akan melihat beberapa mata uang berisiko seperti dolar Australia dan yen sedikit menguat. Tetapi saya rasa kita tidak akan melihat pergerakan besar," kata Nick Twidale, kepala strategi pasar di ATFX Global di Sydney sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Investor, Senin, 15 Juni 2026.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) dalam memperluas penggunaan mata uang lokal pada transaksi internasional guna memperkuat posisi rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Politikus Gerindra itu mengatakan, upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng.
"Kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi penggunaan rupiah dan renminbi dalam transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS," kata Dasco dalam keterangan tertulis dilansir Senin ini.
Kesepakatan strategis tersebut ditandatangani dalam Pertemuan Tingkat Tinggi pada Kamis, 11 Juni 2026 di Shanghai, Tiongkok.