
UPdates—Presiden AS, Donald Trump mengatakan Iran sudah tamat dan harus bernegosiasi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung atau menghadapi kehancuran.
You may also like :
Amerika Deportasi 261 Anggota Geng El Salvador, Termasuk 2 Bosnya
"Kesepakatan atau kehancuran bagi Iran," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari terakhir kunjungannya selama tiga hari ke China sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Telegraph India, Jumat, 15 Mei 2026.
You might be interested :
UNRWA Sebut Gaza Saat Ini Sudah Seperti Neraka, Israel Lanjutkan Serangan Brutalnya
Ia menekankan bahwa AS tidak dapat membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
"Mereka sudah tamat sekarang; mereka dapat membuat kesepakatan, atau mereka akan dimusnahkan," kata Trump setelah diskusi mendalam dengan Presiden China Xi Jinping tentang berbagai isu, termasuk Iran.
Ia juga mengatakan bahwa ia tidak akan lebih sabar lagi dengan Iran, dan mendesak Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
"Saya tidak akan lebih sabar lagi," kata Trump dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Kamis malam di program "Hannity" Fox News.
"Mereka harus membuat kesepakatan," lanjutnya.
Trump juga menyatakan bahwa upaya untuk mengambil kembali uranium yang diperkaya Iran lebih tentang persepsi daripada tentang keamanan.
Ketika ditanya dalam wawancara tentang perlunya mengambil uranium yang diperkaya dari Iran, Trump menyatakan bahwa upaya tersebut tidak diperlukan kecuali untuk tujuan hubungan masyarakat.
"Sebenarnya, saya merasa lebih baik jika saya mendapatkannya. Tapi menurut saya, ini lebih untuk hubungan masyarakat daripada untuk hal lain," jelasnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan penghentian segera perang dan eskalasi militer terhadap Iran.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, Moskow memperingatkan bahwa operasi militer yang berkelanjutan mengancam untuk memperluas konflik di Timur Tengah.
Eskalasi ini mendorong kawasan tersebut menuju fase yang sangat berbahaya yang dapat memengaruhi keamanan dan stabilitas internasional.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Moskow mengikuti perkembangan situasi yang cepat di kawasan tersebut dengan keprihatinan yang mendalam. Pernyataan itu juga menekankan perlunya kembali ke jalur politik dan diplomatik, alih-alih solusi militer, yang hanya memperburuk krisis dan semakin memperumit lanskap regional.
Pernyataan itu menambahkan bahwa setiap eskalasi lebih lanjut dapat secara langsung berdampak pada keamanan maritim internasional, pasar energi, dan stabilitas ekonomi global.
Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat situasi yang bergejolak saat ini dan meningkatnya ketegangan di beberapa front di Timur Tengah.
Moskow menekankan bahwa dialog tetap menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan perselisihan. Mereka juga menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat meningkatkan konfrontasi atau memperluas cakupan operasi militer.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan keprihatinan tentang konsekuensi kemanusiaan dari pertempuran yang sedang berlangsung, menekankan bahwa warga sipil membayar harga terberat dalam konflik semacam itu.
Hal ini kata mereka memerlukan tindakan internasional yang mendesak untuk mengatasi krisis dan mencegah memburuknya situasi lebih lanjut.
Pernyataan Rusia ini muncul pada saat aktivitas diplomatik yang intens dan upaya internasional untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
Ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa bentrokan saat ini dapat meningkat menjadi konflik regional yang lebih luas.